Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Alarm Keras BYD, Penjualan Mobil Tertekan Meski Pasar Ekspor Melesat

Ferdian - Sabtu, 2 Mei 2026 | 14:30 WIB
Booth BYD Indonesia di IIMS 2026
Radityo Herdianto / GridOto.com
Booth BYD Indonesia di IIMS 2026

GridOto.com - Penjualan mobil BYD pada April ini mencatatkan angka 314.100 unit.

Angka ini tercatat turun 15,7 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu, sekaligus menjadi penurunan tahunan kedelapan secara berturut-turut.

Meski begitu, secara bulanan terjadi kenaikan 6,2 persen dibanding Maret yang mencatatkan penjualan 295.639 unit.

Melansir CarNewsChina, angka tersebut menunjukkan adanya pemulihan setelah melambat akibat libur Tahun Baru Imlek.

Namun secara tahunan, performa BYD masih tertekan.

Tren penurunan ini sudah berlangsung sejak September 2025, setelah sebelumnya sempat mencatat pertumbuhan tipis pada Juli dan Agustus tahun lalu.

Di tengah melemahnya pasar domestik China, penjualan luar negeri BYD justru mencetak rekor.

Pada April, ekspor kendaraan penumpang dan pikap mencapai 134.542 unit, melonjak 70,9 persen dibanding tahun lalu.

Baca Juga: BYD Pamer Senjata Barunya, Bawa Supercar Listrik Dengan Desain Ekstrem

Kontribusi pasar luar negeri kini mencapai 42,8 persen dari total penjualan bulanan, menunjukkan peran ekspor yang semakin penting.

Sepanjang Januari hingga April 2026, BYD telah menjual 1.003.039 kendaraan penumpang, turun 26,4 persen secara tahunan.

Sebaliknya, penjualan luar negeri selama periode yang sama naik 59,8 persen menjadi 455.707 unit.

BYD sendiri menargetkan penjualan ekspor mencapai 1,5 juta unit sepanjang 2026.

Jika dihitung secara keseluruhan, termasuk kendaraan komersial dan bus, total penjualan BYD pada April mencapai 321.123 unit.

Dari sisi merek, lini utama BYD yang mencakup seri Dynasty dan Ocean mencatat penjualan 273.448 unit, turun 21,2 persen dibanding tahun lalu.

Sementara itu, merek off-road Fang Cheng Bao justru melonjak signifikan hingga 190,2 persen menjadi 29.138 unit.

Di sisi lain, merek premium Denza mengalami penurunan 26,9 persen dengan penjualan 11.250 unit.

Baca Juga: Penjualan BYD Maret 2026 Anjlok 36 Persen, Ini Model Terlarisnya

Sedangkan merek kelas atas Yangwang mencatat pertumbuhan 95,6 persen, meski volumenya masih kecil yakni 264 unit.

Data penjualan April ini juga sejalan dengan laporan kinerja keuangan kuartal pertama BYD yang menunjukkan penurunan laba.

Keuntungan bersih perusahaan turun 55,4 persen menjadi 4,09 miliar yuan atau sekitar 599 juta dolar AS.

Penurunan ini dipengaruhi oleh ketatnya perang harga di pasar China serta meningkatnya biaya komponen yang menekan margin keuntungan.

Editor : Dida Argadea

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa