GridOto.com - Pemilik atau yang lagi mau beli mobil bekas matik harus tahu nih ciri-ciri transmisinya mulai bermasalah.
Kini pengguna mobil dengan transmisi matik sudah melebihi pengguna transmisi manual.
Pasalnya, hal ini dikarenakan mobil dengan transmisi matik lebih mudah dikendarai.
Namun, harus dipahami juga ciri-ciri transmisi matik akan mengalami kerusakan.
Jangan sampai transmisi matic yang sudah mengalami kerusakan atau malfungsi dipaksakan yang berakibat jebol.
Bila sudah dipaksakan akan mengakibatkan kerusakaan yang cukup fatal dan bisa-bisa mengeluarkan uang sampai puluhan juta rupiah untuk memperbaiki transmisi matik.
Saat Gridoto.com berkunjung ke bengkel Mobil 77, Andy Santoso atau akrab disapa Kode pemilik sekaligus mekanik bengkel, menggungkapkan ada ciri-ciri yang harus diperhatikan saat transmisi matik sudah mau rusak.
Untuk ciri-ciri transmisi matik sudah bermasalah biasanya kalau untuk mundur agak telat.
"Walau tongkat transmisi matik sudah di posisi R, namun harus menunggu lama seperti harus di gas-gas dahulu baru mobil mulai mundur," ucap kode.
Umumnya, bila mobil dengan transmisi matik di kondisi sehat, saat tongkat transmisi matik di posisi R mobil bisa langsung dengan mudah mundur.
Selain itu saat masuk ke D ada entakan keras.
Entakan ini seperti gigi transmisi dipaksa dan putaran mesin tidak diredam dengan baik.
"Dari posisi N lalu di masukkan ke posisi D maka hentakan akan sangat terasa. Harusnya saat masuk ke D, entakan enggak boleh terlalu terasa. Ini ada bagian kopling transmisi matik sudah bermasalah," tambahnya.
Bila sudah parah, saat mobil sudah dalam posisi tuas transmisi matik D mobil lama untuk berjalan.
"Bahkan tarikan mobil menjadi lambat atau parah-parahnya mobil bisa saja tidak bisa jalan," tambahnya lagi.
Ciri-ciri ini berlaku untuk transmisi matik tipe apa saja seperti mobil transmisi matik konvensional, CVT bahkan dual clutch.
Nah, itulah dia ciri-ciri transmisi matik mobil bekas mulai bermasalah.
Baca Juga: Bentar Lagi Idul Adha, Harga Mobil Bekas Daihatsu Xenia 2018 Tinggal Segini
| Editor | : | ARSN |
KOMENTAR