GridOto.com – Xpeng makin serius menggarap teknologi masa depan, bukan cuma sebatas mobil listrik dan autonomous driving, tapi juga robot humanoid.
Hal ini terungkap dalam sesi workshop “Physical AI Immersive China Tour 2026”, di mana LC Mi selaku Vice President Robotics Center membeberkan perkembangan terbaru robot humanoid mereka.
Menurut LC Mi, Xpeng saat ini tidak sekadar membuat robot, tapi mencoba membangun sesuatu yang benar-benar menyerupai manusia.
“Kami tidak fokus pada robotnya, tapi pada sisi manusianya. Kami ingin membangun sesuatu seperti spesies baru, bukan sekadar mesin,” jelasnya.
Ia juga menegaskan, tujuan utama pengembangan robot bernama Iron ini bukan untuk menggantikan manusia, melainkan membantu kehidupan sehari-hari.
Salah satu pendekatan unik Xpeng adalah mempertahankan bentuk humanoid.
Bukan tanpa alasan, LC Mi menyebut dunia saat ini sudah dirancang untuk manusia, sehingga robot dengan bentuk serupa akan lebih mudah beradaptasi.
“Semua fasilitas dan alat di dunia ini dibuat untuk manusia. Jadi bentuk humanoid adalah jalur dengan hambatan paling kecil,” tambahnya.
Dari sisi teknologi, Xpeng menggabungkan kemampuan AI, sistem navigasi, hingga kontrol gerakan dalam satu ekosistem.
Baca Juga: VLA 2.0 Jadi Otak Baru Mobil Xpeng, Ambisi Besar Menuju Autonomous Level 4
Bahkan, Iron menggunakan arsitektur yang mirip dengan sistem mobil otonom mereka.
Menariknya, LC Mi mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan ada di AI, melainkan pada aspek hardware dan keandalan.
“AI berkembang sangat cepat dan bukan menjadi bottleneck. Tantangan kami justru di hal-hal kecil seperti kabel, sinyal, dan reliabilitas sistem,” ujarnya.
Robot humanoid Xpeng sendiri sudah dibekali berbagai teknologi canggih, mulai dari 84 aktuator untuk pergerakan tubuh, hingga sistem “big brain” berbasis AI yang mampu memahami perintah manusia.
Ke depan, robot ini juga dirancang bisa dikendalikan dengan bahasa alami, layaknya berbicara dengan manusia.
Xpeng bahkan melihat masa depan industri robotik akan mengikuti jejak AI, yakni bergerak dari pengembangan berbasis hardware ke software.
“Industri ini akan menjadi data-driven, seperti AI. Semakin banyak data, kemampuan robot akan berkembang semakin cepat,” lanjut LC Mi.
Saat ini, fokus utama Xpeng adalah menuju tahap produksi massal.
Namun, perusahaan mengakui proses ini jauh lebih kompleks dibanding sekadar membuat prototipe.
Baca Juga: Aridge Jadi Langkah Nyata Xpeng Wujudkan Cita-cita Mobil Terbang
Untuk tahap awal, robot humanoid ini akan mulai digunakan di lingkungan retail sebagai penyambut pelanggan, serta di pabrik untuk membantu operasional.
Meski begitu, Xpeng belum mengungkapkan harga resmi robot tersebut.
Yang pasti, biaya produksinya disebut sudah jauh lebih efisien dibanding generasi sebelumnya.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR