GridOto.com - Makassar mencekam, seorang personel Resmob Polsek Rappocini diserang geng motor saat sedang patroli.
Para pelaku nekat melepaskan anak panah busur ke arah petugas pada Sabtu malam hingga Minggu (26/4/2026) dini hari.
Dalam peristiwa tersebut, polisi berhasil mengamankan tiga pelaku dalam pengejaran.
Panit Resmob Polsek Rappocini Ipda Suprianto mengatakan, saat itu ia bersama empat anggotanya tengah melakukan patroli rutin di wilayah hukum setempat.
"Kita hunting malam itu sama anggota sekitar jam 03.15 Wita. Di jembatan Hertasning di depan (minimarket), di situ kita berhenti," ujarnya melansir Tribun Timur (28/4/2026).
Namun, situasi mendadak berubah ketika rombongan geng motor melintas dalam jumlah besar.
Menurut Suprianto, kelompok tersebut datang menggunakan sekitar 30 motor dengan formasi berboncengan.
"Tiba-tiba datang sekitar 30 motor baku bonceng tiga sama bonceng dua, bawa parang, busur," katanya. Beberapa anggota geng motor langsung melepaskan anak panah ke arah petugas.
Baca Juga: Geng Motor Brutal Berulah di Bandung, Korban Ditonjok dan Motor Dirampas
"Iya (langsung melepaskan anak panah baru mereka pergi). Begitu dilihat mereka lari, kita kejar," ujarnya.
Serangan itu nyaris mengenai petugas. Anak panah yang dilepaskan bahkan tertancap di dinding seng milik warga.
"Ada dua atau tiga busur itu yang dilepas ke arah kita. Itu busur tertancap di dinding seng warung warga. Jaraknya sekitar tiga meter, dekat sekali," ungkapnya.
Setelah diserang, petugas langsung melakukan pengejaran terhadap kelompok tersebut.
Para pelaku kemudian berpencar ke sejumlah arah, termasuk menuju Bundaran Samata dan Jalan Minasa Upa.
Dalam pengejaran itu, tiga pelaku berhasil diamankan di kawasan Jalan Talasalapang.
Ketiganya berinisial MN (16), FL (17), dan ME (16). Dari tangan mereka, polisi menyita satu anak panah busur dan petasan, serta mengamankan dua motor yang digunakan.
Pelaku kira polisi warga biasa Kapolsek Rappocini Kompol Ismail mengatakan, para pelaku mengaku tidak mengetahui bahwa yang mereka serang adalah aparat kepolisian.
Baca Juga: Geng Motor Lintas Bandung Teror Warga, Serang Korban di Pinggir Jalan Secara Acak
Menurutnya, saat itu anggota polisi mengenakan pakaian biasa sehingga disangka warga.
"Jadi mereka hendak menyerang warga kemudian dihalau oleh anggota. Karena anggota berpakaian biasa, mereka kira anggota ini juga warga," ujarnya.
Serangan terhadap polisi ini menambah daftar panjang aksi geng motor di Makassar yang meresahkan masyarakat.
Kelompok tersebut diketahui kerap membawa senjata tajam seperti busur dan parang, serta berpindah-pindah lokasi untuk menghindari aparat.
Sebelumnya, seorang pengendara juga menjadi korban penyerangan geng motor di Jalan Urip Sumoharjo dan harus mendapatkan perawatan medis akibat luka yang dialami.
Aksi lain bahkan terekam kamera CCTV, memperlihatkan korban dikejar hingga masuk ke dalam toko sebelum akhirnya diseret keluar oleh pelaku.
Polisi menyebut kelompok geng motor di Makassar kerap berpindah lokasi saat beraksi sehingga menyulitkan penindakan.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan, aparat telah melakukan patroli secara intensif di berbagai titik.
Baca Juga: Kota Makassar Mencekam, Dada Buruh Harian Ditusuk Anak Panah Geng Motor Brutal
"Itu semua sudah dilakukan baik pihak Polda maupun Polrestabes Makassar. Dari Sabhara sudah melakukan patroli, juga bergabung dengan lalu lintas," ujarnya.
Namun, pelaku terus berpindah tempat setelah dibubarkan.
"Cuma mereka ini kan selalu berpindah, sudah ada kita lakukan tindakan, kemudian kita bubarkan, tetapi mereka tetap melakukan itu," katanya.
Polda Sulawesi Selatan memastikan patroli akan terus ditingkatkan di sejumlah titik rawan untuk menekan aksi geng motor.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR