GridOto.com - Ada info A1 buat para pedagang motor dan mobil bekas di sekitar Jawa Timur.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersiap melelang 80 kendaraan dinas lama untuk beralih ke kendaraan listrik.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penghematan energi sekaligus mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Eri menjelaskan, kendaraan dinas yang akan dilelang merupakan unit dengan usia pakai lebih dari tujuh tahun.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mempercepat peralihan ke kendaraan ramah lingkungan.
"Hari ini juga punya komitmen, 80 (unit) kendaraan juga kita lelang. Yaitu untuk kendaraan sepeda motor dan mobil yang belum dilelang," ujarnya, (14/4/26), dilansir dari Antara.
Ia menargetkan, apabila proses lelang berjalan lancar, penggantian kendaraan BBM ke listrik bisa mulai direalisasikan pada Mei 2026.
Baca Juga: Lelang Murah Pemkab Ponorogo, Rush Rp 29,2 Juta dan Kijang Innova G 2015 Rp 40,5 Juta
"Kalau lelangnya sudah berhasil semua, maka di bulan Mei kita ganti dengan mobil listrik semuanya. Baik motor maupun mobil, nanti kita menggunakan (sistem) sewa," terangnya.
Untuk memastikan target tersebut tercapai, Pemkot Surabaya menggandeng Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) guna mempercepat proses lelang kendaraan.
"Saya kemarin juga ke KPKNL meminta dukungannya untuk dipercepat, hasilnya ada, sehingga kami bisa menggunakan mobil listrik semuanya," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati menyebutkan lelang kendaraan dinas ini merupakan bagian dari upaya efisiensi penggunaan energi secara menyeluruh.
Menurutnya, kendaraan operasional yang telah berusia lebih dari tujuh tahun dievaluasi untuk kemudian dijual melalui lelang.
"Jadi kendaraan yang usianya tujuh tahun itu kami kaji ulang untuk kita lakukan penjualan (lelang). Artinya apa? Di situ kan ada upaya-upaya melakukan penghematan (energi) benar-benar dilakukan secara masif," pungkasnya.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR