Artinya dibanding Toyota Fortuner misalnya, Jetour T2 hanya lebih pendek 10 mm namun lebih lebar dengan wheelbase lebih panjang 55 mm.
Di sisi lain, penggunaan mesin bensin memberi Jetour T2 keuntungan yakni laju yang lebih nyaman berkat dapur pacu yang lebih halus dan hening.
Mesin 2.000 cc turbo itu mengeruk hingga 245 ps (242 dk) dengan torsi yang memuntir hingga 375 Nm sejak 1.750 rpm.
Semua potensi itu lalu disalurkan ke semua roda (AWD) dengan transmisi kopling ganda 7-percepatan. Betul, transmisi dual clutch yang sering dipakai mobil-mobil sport itu juga digunakan oleh Jetour sang SUV petualang.
Baca Juga: Intip Detail Jetour T2 Versi Obsidian Ultra Kit, Segini Harganya!
Saat kami uji 0-100 km/jam, Jetour T2 menuntaskannya dalam 8,4 detik, lebih kencang dari Toyota Fortuner 2.8 GR Sport 4x4 yang perlu 10,3 detik.
Saat tidak full throttle pun Jetour T2 tetap menyenangkan. Di mode manual, perpindahan gigi (shifting) terasa sigap khas kopling ganda. Terlebih dengan posisi tuas transmisi yang ada di tengah konsol-bukan di kolom setir seperti beberapa SUV Tiongkok, rasanya sangat intuitif.
Terlepas dari akselerasi kencang dan shifting cepat, ada harga yang harus dibayar dari kecekatan Jetour T2.
Transmisi kopling ganda punya problem khas yaitu terasa kikuk di kecepatan rendah, dan itu juga terjadi di Jetour T2.
| Editor | : | Trybowo Laksono |
KOMENTAR