GridOto.com - Seorang anggota pemadam kebakaran bernama Bimo Margo Hutomo menjadi korban aksi begal motor.
Lokasinya di kawasan Cideng, Gambir, Jakarta Pusat sekitar pukul 03:00 WIB, (2/4/26) lalu.
Pelaku diketahui berjumlah 9 orang dan berhasil merebut paksa Honda Scoopy dari tangan korban.
"Setelah kejadian, korban berinisial BM diantar oleh petugas piket SPKT ke Polsek Gambir sekitar jam 04.30 WIB," ujar Plt Kanit Reskrim Polsek Metro Gambir, Iptu Heri Moko saat dikonfirmasi, (6/4/26) melansir Kompas.com.
"Korban saat itu terlihat mengalami luka di kepala, di tangan, dan muka agak lecet-lecet," lanjutnya.
Setelah dimintai keterangan, Bimo lalu diantar ke Rumah Sakit (RS) Tarakan di Cideng.
Polsek Gambir saat itu juga memberikan pengantar untuk visum kepada Bimo.
"Usai diperiksa, dokter menjelaskan perlu perawatan. Karena kepalanya ada yang terluka," tutur Heri.
Oleh karenanya, polisi memberikan penjelasan jika perawatan sudah selesai dilakukan, maka Bimo bisa membuat laporan ke Polsek Gambir.
Heri mengungkapkan, Bimo merupakan warga Johar Baru.
Baca Juga: Pria Asal Sampang Bikin Ulah di Jogja, Tega Curi Honda BeAT Milik Superhero Kita Semua
Usai mendapat perawatan di RS Tarakan, Bimo sempat pulang ke rumah dan kemudian membuat laporan langsung ke Polres Metro Jakarta Pusat.
"Berdasarkan keterangan dari korban ada perlawanan untuk mempertahankan barang-barang miliknya," kata Heri.
"Korban kehilangan satu unit motor matic dan dua buah ponsel. Selanjutnya penanganan di Polres Jakarta Pusat," katanya.
Kabar terbaru, 5 dari 9 pelaku sudah dilumpuhkan Polisi, (13/4/26).
Lima orang pelaku yang ditangkap adalah FR (38), RS (25), RA (19), HJ (29), RO (22).
Lalu, empat orang pelaku lainnya saat ini masih dalam pencarian alias DPO.
Identitas empat orang pelaku lain yang berstatus DPO adalah Z, J, C dan FJ.
Saat ditangkap, lima orang pelaku sedang bersama enam orang perempuan. Lalu ada dua orang pria lain di lokasi.
Setelah seluruhnya diamankan dan diperiksa, ternyata tujuh orang pria tersebut positif menggunakan narkoba.
Sementara itu, enam perempuan negatif narkoba.
Baca Juga: Kebangetan, Truk Pemadam Kebakaran Lenyap Saat Pergantian Piket Pukul 8 Pagi
"Jadi yang lima adalah pelaku, yang dua saksi menggunakan narkoba, dan sekarang masih ditangani Satres Narkoba untuk penggunaan narkobanya," jelas Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Pusat, (15/4/26) disitat dari Kompas.com.
Lebih lanjut, Roby mengungkapkan motif dari aksi pembegalan terhadap petugas damkar tersebut.
Roby mengatakan, para pelaku beraksi untuk mendapatkan uang dengan cara merampas Honda Scoopy milik korban.
"Kalau motifnya, adalah untuk mendapatkan uang. Jadi mendapatkan uang dengan cara menjual motor (curian) tersebut," ujar Roby.
Roby menjelaskan, setelah dirampas, motor korban sempat dititipkan untuk dijual.
Namun, pembayaran baru sebatas uang muka (DP), sehingga nilai total penjualan belum dapat dipastikan.
"Tapi sudah ada upaya-upaya seperti rekan-rekan lihat, motor yang kita tampilkan ini warnanya berbeda. Jadi sudah ada upaya untuk menyamarkan motornya," jelas Roby.
"Mungkin nanti akan dijual lagi ke tempat yang lebih jauh dengan harga yang lebih fix. Jadi mungkin mereka itu baru menyamarkan. Warna aslinya merah, jadi oranye," lanjutnya.
Adapun uang muka yang telah diterima pelaku digunakan untuk berpesta di sebuah hotel di kawasan Pluit, Jakarta Utara.
"Jadi mereka menggunakan uang itu untuk merayakan, ya, party," tambah Roby.
Atas perbuatannya, lima orang pelaku disangkakan pasal pencurian dengan pemberatan diancam Pasal 365 KUHP dengan hukuman penjara selama 12 tahun.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR