GridOto.com - Viral belum lama ini aksi juru parkir liar tarik tarif mencekik seorang pengemudi mobil di kawasan Kota Lama Semarang.
Dalam video tersebut seorang pengemudi mobil dipatok tarif Rp 40 ribu tanpa karcis.
Nah, di tengah ramainya kejadian tersebut, keresahan diungkap oleh Bowo (63), seorang juru parkir resmi yang sehari-hari bertugas di sekitar kawasan bank dekat lokasi kejadian.
Dengan mengenakan seragam resmi dan menunjukkan setumpuk karcis, Bowo menegaskan bahwa sistem parkir resmi sangat berbeda dengan praktik liar yang viral.
“Kalau resmi itu ada karcis. Tarifnya jelas, motor Rp2.000, mobil Rp3.000. Cuma kalau sore hingga malam ada tarif pariwisata, motor Rp 5.000 mobil Rp 10.000, maksimal dua jam, jadi tidak ada sampai Rp 40 ribu,” kata Bowo.
Dia menambahkan, dirinya bekerja sesuai jam operasional, yakni mulai pukul 08.00 hingga 15.00.
Setelah itu, kawasan parkir kerap diisi oleh oknum-oknum tak resmi.
Baca Juga: Bikin Iri, Tarif Parkir Resmi di Kota Dekat Yogyakarta Ini Malah Turun Per Januari 2026
“Kalau bank tutup, saya pulang. Biasanya kalau sore itu yang ramai,” ungkapnya.
Bowo mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa oknum yang kerap muncul di luar jam kerjanya.
Namun dia menegaskan mereka bukan bagian dari petugas resmi.
“Mereka itu nggak pakai seragam, nggak ada izin. Bukan urusan saya,” tegasnya menukil TribunJateng.
Lebih jauh, Bowo mengaku resah dengan maraknya praktik parkir liar yang justru merusak nama baik petugas resmi maupun kawasan Kota Lama.
“Nama perparkiran Kota Lama itu dijelek-jelekin sama anak-anak preman.
Jadi kalau diminta sekian-sekian itu kan jatuh,” keluhnya.
Ia juga menyebut pihak Dinas Perhubungan telah beberapa kali menanyakan kondisi di lapangan, namun praktik liar tersebut dinilai masih sulit ditertibkan.
Sebagai tulang punggung keluarga, Bowo berharap penertiban bisa dilakukan secara tegas agar para petugas resmi bisa bekerja dengan tenang.
“Kita cari uang ya resmi, untuk nafkah keluarga. Jadi jangan sembarangan lah,” pungkasnya.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR