GridOto.com – Mobil asal Cina semakin menunjukkan taringnya di pasar otomotif Indonesia.
Di tengah kondisi pasar mobil nasional yang justru mengalami penurunan, penjualan merek-merek Cina malah mencatatkan lonjakan signifikan.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil Cina naik dari sekitar 50 ribu unit pada 2024 menjadi 113 ribu unit sepanjang 2025.
Pangsa pasarnya pun ikut terdongkrak dari 6 persen menjadi 14 persen.
Kenaikan ini terjadi saat total pasar mobil nasional justru turun dari 865 ribu unit menjadi 803 ribu unit.
Artinya, pertumbuhan mobil Cina tidak sekadar mengikuti tren, tetapi mulai mengambil porsi pasar dari pemain yang sudah ada.
Fenomena ini juga sejalan dengan perubahan minat konsumen yang kini semakin terbuka terhadap produk mobil Cina, baik dari sisi fitur, teknologi, maupun harga yang lebih kompetitif.
Selain itu, pertumbuhan ini turut didorong oleh semakin banyaknya merek Cina yang masuk ke Indonesia.
Pada 2024 jumlahnya masih sekitar 12 merek, sementara pada 2025 meningkat menjadi 18 merek.
Baca Juga: Parade Chindo, Strategi Menangi Pasar Mobil Cina 'Bantai Harga '
Kehadiran pemain baru seperti Denza, Jaecoo, Geely, Xpeng, hingga Jetour membuat pilihan di pasar semakin beragam dan memperkuat penetrasi mobil Cina di berbagai segmen.
Di sisi lain, agresivitas juga terlihat dari komitmen investasi para pabrikan Cina di Indonesia.
Sejumlah merek mulai membangun hingga memanfaatkan fasilitas produksi lokal guna memenuhi regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Wuling menjadi salah satu pionir dengan pabrik terintegrasi di Cikarang, Jawa Barat, sementara DFSK telah memiliki fasilitas produksi di Serang, Banten.
BYD bakal mengoperasikan pabriknya di Subang, sedangkan Chery tengah menyiapkan pabrik mandiri yang segera beroperasi.
Beberapa merek lain seperti Jaecoo, Neta, Jetour, hingga BAIC juga sudah memanfaatkan fasilitas perakitan lokal melalui pihak ketiga di Indonesia.
MG Motor yang berada di bawah naungan SAIC Motor pun telah merakit produknya secara lokal.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR