Diketahui dirinya sering ikut dalam balap drag resmi khususnya di Jawa Tengah.
"Untuk motor sendiri sudah ikut di beberapa kelas, seperti FU wungkul 147cc, bebek sleep engine 150 cc, 200 cc hingga FFA (Free For All)," tambahnya.
Nah ngomongin motor dan joki tentu tidak bisa dipisahkan.
Karena racikan mesin di motor tentu juga harus sesuai dengan jokinya.
Banyak faktor datang dari joki itu sendiri, mulai berat badan, reaksi saat start, kontrol traksi, timing pindah gigi hingga menjaga agar motor tidak wheelie.
"Bobot joki yang ringan jadi hal penting karena bisa berefek pada tenaga mesin yang tak terebebani," tambahnya.
Baca Juga: Perkuat Persaudaraan dan Solidaritas, Hogers Indonesia Gelar Event Drag Bike
Selain itu, feeling dan latihan jadi kunci para joki tidak melakukan wheelie saat start.
"Karena kalau sampai motor wheelie saat start tentu bisa mengubah hasil akhir," ujarnya.
Tak hanya itu, kalau joki merespon terlalu cepat sehingga menghasilkan jumpstart tentu akan ada penalty berupa tambahan waktu yang menjadikannya berat untuk menjadi juara.
Jadi jangan heran kalau banyak dari kalian sering melihat latihan para joki di luar event.
Bukan hanya menjajal racikan motor, tapi para joki juga sedang mengasah feeling alias rasa saat start hingga finish.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR