Contohnya Tiggo 8 CSH yang dibekali baterai Lithium Iron Phosphate 18,3 kWh ini bisa membawa mobil melaju dengan mode EV sejauh 90 km.
Kelebihan lain PHEV dengan HEV adalah baterai hybridnya bisa diisi ulang atau di-charge menggunakan sumber listrik eksternal.
Celakanya, pabrikan Cina enggak berhenti di PHEV, mereka punya senjata satu lagi yang baru saja ditembakan, yaitu REEV alias Range Extender Electric Vehicle.
Baca Juga: Begini Perbandingan Pasar BEV dan PHEV di Indonesia, Mana Lebih Laris?
Changan Indonesia resmi meluncurkan Deepal SO5 hari ini (09/04), di Jakarta.
Ia menjadi mobil berteknologi Range Extender Electric Vehicle (REEV) pertama di Indonesia.
Apa yang dimaksud dengan REEV? REEV ini adalah satu jenis mobil hybrid karena ia dibekali dua sumber tenaga, yaitu mesin pembakaran internal (ICE)dan motor listrik.
"Baterai REEV juga bisa diisi ulang kayak PHEV atau Plug-in Electric Vehicle, tapi ia berbeda dengan PHEV,” buka Setiawan Surya, Chief Executive Officer PT Dinamika Indomobil Transportasi yang akan memasarkan Changan di Indonesia.
Kalau di REEV, mesin bensin cuma berfungsi sebagai generator yang mengisi baterai saja.
Baca Juga: Changan Luncurkan Deepal SO5 REEV, Jarak Tempuh Tembus 1.200 Km
Sementara itu roda 100% digerakkan oleh motor listrik. “Kalau di PHEV mesin bensinnya kan bisa ikut menggerakkan roda,” lanjut pria ramah ini.
Terus, masih menurut Setiawan, REEV ini memiliki kapasitas baterai yang lebih besar dibanding PHEV. Contoh Deepal S05 REEV, kapasitas baterai LFP-nya 27,28 kWh sementara PHEV seperti Chery Tiggo 8 CSH, kapasitas baterainya sekitar 18 kWh.
Makanya jarak tempuh baterai mobil REEV bisa lebih jauh dari PHEV.
Masih dengan contoh dari dua mobil yang sama, Deepal S05 REEV diklaim bisa berjalan dengan mode EV sejauh 200 km sedang Chery Tiggo 8 CSH cuma 90 km.
Sensasi tenaga dan torsi instan khas mobil listrik masih bisa dirasakan pada Changan Deepal SO5 REEV.
| Editor | : | Dwi Wahyu R. |
KOMENTAR