Baca Juga: Harga Mepet Hiace, Farizon Ternyata Bakal Dirakit Lokal di Pabrik Handal
Untuk pengisian cepat, baterainya dapat diisi dari 20 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 36 menit, menjadikannya cukup ideal untuk operasional harian.
Enggak berhenti di situ, Farizon juga mulai memperkenalkan lini produk lain yang lebih fokus ke kebutuhan logistik perkotaan.
Salah satunya adalah Farizon Super Cargo V8E yang tampil perdana di ajang GIICOMVEC 2026 yang berlangsung pada 8–11 April di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Berbeda dengan SV yang bermain di segmen penumpang, V8E merupakan blind van listrik yang dirancang untuk distribusi barang.
Meski baru diperkenalkan, unit ini sudah bisa dipesan konsumen dengan estimasi harga di kisaran Rp 300 jutaan, sementara pengiriman ke konsumen dijadwalkan mulai Juli 2026.
Secara dimensi, Farizon V8E memiliki panjang 4.995 mm, lebar 1.820 mm, dan tinggi 1.985 mm, dengan jarak sumbu roda 3.200 mm.
Ukuran ini dipadukan dengan radius putar 6 meter yang membuatnya tetap lincah digunakan di area perkotaan yang padat.
Sektor kargo menjadi nilai jual utama, dengan kapasitas mencapai 7,9 meter kubik.
Area penyimpanan tersebut didukung pintu geser di kedua sisi serta pintu belakang model barn door untuk memudahkan proses bongkar muat di ruang terbatas.
Untuk dapur pacu, V8E mengandalkan motor listrik dengan tenaga 149 dk dan torsi 230 Nm, dipadukan baterai LFP berkapasitas 66,67 kWh.
Berdasarkan pengujian WLTP, jarak tempuhnya mencapai 329 km dalam sekali pengisian penuh.
Sementara pengisian cepat dari 20 ke 80 persen diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar 25 menit.
Masuk ke kabin, nuansa modern terasa melalui penggunaan layar infotainment besar dan panel instrumen digital, serta berbagai kompartemen penyimpanan yang menunjang kebutuhan operasional.
Dengan kehadiran Farizon SV sebagai model yang sudah dipasarkan dan Super Cargo V8E yang mulai diperkenalkan serta dibuka pemesanannya, terlihat bahwa kendaraan komersial listrik di Indonesia mulai berkembang ke arah yang lebih konkret.
Pelaku usaha kini punya opsi yang semakin beragam untuk beralih ke armada berbasis listrik, baik untuk angkut penumpang maupun distribusi barang.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR