Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Viral Warga Iran Hamburkan BBM, Sinyal Krisis Energi Mengancam Dunia Otomotif?

Ferdian - Jumat, 3 April 2026 | 10:30 WIB
aksi warga Iran yang sengaja membuang-buang BBM layaknya air mengalir, harga per liter hanya Rp6.118
(Istimewa/Tribunnewsmaker.com)
aksi warga Iran yang sengaja membuang-buang BBM layaknya air mengalir, harga per liter hanya Rp6.118

GridOto.com - Ramai di media sosial video warga Iran yang membuat konten tak biasa, yakni menyiram kendaraan dengan bahan bakar minyak (BBM) menggunakan selang dispenser seolah-olah seperti air.

Aksi tersebut dianggap sebagai bentuk sindiran di tengah konflik yang sedang memanas.

Video itu muncul setelah pecahnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari 2026. 

Selain melancarkan serangan balasan, Iran juga mengambil langkah strategis dengan menutup Selat Hormuz, jalur utama distribusi energi global.

Penutupan jalur tersebut berdampak besar terhadap pasokan energi dunia.

Sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas alam cair (LNG) global melewati wilayah ini, sehingga gangguan tersebut langsung memicu lonjakan harga minyak dunia.

Bahkan, analis memperkirakan harga bisa menembus 200 dolar AS per barel jika konflik terus berlanjut.

Selain itu, Iran juga melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer AS di negara-negara Arab, seperti Yordania dan Arab Saudi.

Baca Juga: Organda Kritik Pembatasan BBM Subsidi, Usul Pertalite dan Solar Hanya Untuk Pelat Kuning

Situasi ini semakin memperparah ketegangan kawasan serta memperluas dampak terhadap stabilitas energi global.

Akibat blokade tersebut, banyak negara mengalami gangguan pasokan, bahkan sebagian mengalami kelangkaan karena sekitar 30 persen distribusi minyak dari kawasan Teluk terdampak.

Negara-negara di Asia yang sangat bergantung pada jalur ini mulai menerapkan kebijakan darurat, termasuk pembatasan penggunaan BBM.

Krisis ini juga merembet ke sektor lain, seperti naiknya harga pangan dan barang konsumsi akibat meningkatnya biaya energi dan logistik.

Gangguan juga berpotensi meluas ke jalur perdagangan lain seperti Bab el-Mandab dan Terusan Suez, yang bisa memaksa kapal memutar jalur lebih jauh dan meningkatkan biaya pengiriman.

Menurut Nailul Huda dari Celios, penutupan Selat Hormuz akan mengurangi pasokan minyak global secara signifikan sehingga mendorong kenaikan harga.

Menukil Tribunnews, ia menilai kondisi ini bisa membebani anggaran negara, terutama karena meningkatnya kebutuhan subsidi energi.

Dampaknya juga dirasakan Indonesia, mulai dari potensi kenaikan harga BBM, meningkatnya biaya impor, hingga risiko inflasi akibat naiknya harga barang.

Jika harga energi terus melonjak, beban fiskal diperkirakan semakin berat dan berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.

Editor : Dida Argadea

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa