GridOto.com - Ramai di media sosial video warga Iran yang membuat konten tak biasa, yakni menyiram kendaraan dengan bahan bakar minyak (BBM) menggunakan selang dispenser seolah-olah seperti air.
Aksi tersebut dianggap sebagai bentuk sindiran di tengah konflik yang sedang memanas.
Video itu muncul setelah pecahnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari 2026.
Selain melancarkan serangan balasan, Iran juga mengambil langkah strategis dengan menutup Selat Hormuz, jalur utama distribusi energi global.
Penutupan jalur tersebut berdampak besar terhadap pasokan energi dunia.
Sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas alam cair (LNG) global melewati wilayah ini, sehingga gangguan tersebut langsung memicu lonjakan harga minyak dunia.
Bahkan, analis memperkirakan harga bisa menembus 200 dolar AS per barel jika konflik terus berlanjut.
Selain itu, Iran juga melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer AS di negara-negara Arab, seperti Yordania dan Arab Saudi.
Baca Juga: Organda Kritik Pembatasan BBM Subsidi, Usul Pertalite dan Solar Hanya Untuk Pelat Kuning
Situasi ini semakin memperparah ketegangan kawasan serta memperluas dampak terhadap stabilitas energi global.
Akibat blokade tersebut, banyak negara mengalami gangguan pasokan, bahkan sebagian mengalami kelangkaan karena sekitar 30 persen distribusi minyak dari kawasan Teluk terdampak.
Negara-negara di Asia yang sangat bergantung pada jalur ini mulai menerapkan kebijakan darurat, termasuk pembatasan penggunaan BBM.
Krisis ini juga merembet ke sektor lain, seperti naiknya harga pangan dan barang konsumsi akibat meningkatnya biaya energi dan logistik.
Gangguan juga berpotensi meluas ke jalur perdagangan lain seperti Bab el-Mandab dan Terusan Suez, yang bisa memaksa kapal memutar jalur lebih jauh dan meningkatkan biaya pengiriman.
Menurut Nailul Huda dari Celios, penutupan Selat Hormuz akan mengurangi pasokan minyak global secara signifikan sehingga mendorong kenaikan harga.
Menukil Tribunnews, ia menilai kondisi ini bisa membebani anggaran negara, terutama karena meningkatnya kebutuhan subsidi energi.
Dampaknya juga dirasakan Indonesia, mulai dari potensi kenaikan harga BBM, meningkatnya biaya impor, hingga risiko inflasi akibat naiknya harga barang.
Jika harga energi terus melonjak, beban fiskal diperkirakan semakin berat dan berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR