GridOto.com - BYD memiliki platform global yang digunakan dalam membangun rancangan mobil listrik.
Dua platform terkini yang digunakan BYD adalah e3 Platform dan e4 Platform.
Lantas apa perbedaan kedua platform mobil listrik BYD tersebut?
e3 Platform dirancang untuk kebutuhan manuver yang fleksibel sekaligus memiliki performa tinggi dengan tetap menjaga pengendalian terhadap keselamatan pada level berbeda.
Jantung utama e3 Platform adalah Rear Wheel Steering dengan tiga motor listrik independen serta VMC (Vehicle Motion Control), seperti yang digunakan Denza Z9 GT.
Baca Juga: Kecanggihan Mobil Listrik BYD, Kenalan Lebih Dekat Sama e3 Platform
Tiga motor independen terdiri dari satu di depan bertenaga 308 dk dan torsi 430 Nm, serta dua motor listrik di belakang masing-masing bertenaga 321 dk dan torsi 360 Nm.
Pada roda belakang Rear Wheel Steering bekerja secara menekuk ke dalam (inward), menekuk ke luar (outward), atau berbelok searah (same direction) dengan sudut belok roda belakang kiri dan kanan hingga 20 derajat.
Sistem Rear Wheel Steering ini memungkinkan mobil bisa berjalan berbelok seperti kepiting atau crab walk maupun berputar dalam satu poros atau compass turning.
Perpaduan motor listrik dan rear wheel steering ini juga diatur dalam VMC yang memungkinkan mobil bisa bermanuver sesuai dengan input dari steering oleh pengemudi.
Mobil juga bisa menyesuaikan arah belok roda dan penyaluran tenaga secara independen dengan mendeteksi beragam kondisi jalan agar mobil tetap melaju stabil.
Kemudian ada e4 Platform yang dibangun khusus untuk mobil listrik performa tinggi di segala aspek seperti yang digunakan Yangwang U9.
Baca Juga: Ada Empat Motor Listrik, Buasnya Tenaga e4 Platform Mobil Listrik BYD
Keistimewaannya adalah pada empat motor independen yang memiliki tenaga sebesar 1.282 dk dan torsi puncak 1.680 Nm.
Dibuat dalam konstruksi material carbon fiber composite pada cangkang kokpit serta carbon steel aluminium pada bagian lainnya untuk rigiditas sasis yang menjaga kepresisian pengendalian serta ketahanan beban torsional dari benturan yang tinggi.
Selebihnya, kedua platform sasis ini sama-sama menggunakan konstruksi CTB (Cell-to-Body) dengan menyatukan struktur Blade Battery ke dalam konstruksi sasis untuk kestabilan serta kekuatan terhadap benturan.
| Editor | : | Trybowo Laksono |
KOMENTAR