GridOto.com - Curah hujan yang masih tinggi sepekan terakhir di wilayah Jakarta dan sekitarnya perlu mewaspadai genangan banjir.
Termasuk mobil listrik yang kerap dianggap aman untuk terjang banjir.
Tak seperti mobil mesin pembakaran yang bisa mengalami risiko water hammer akibat ruang bakar kemasukan air.
Meski mobil listrik tidak ada mesin bakar ataupun yang bisa menyebabkan mogok di tengah banjir tetap ada risiko jika nekat terjang banjir.
Secara keamanan motor listrik dan baterai mobil listrik memang sudah dirancang tahan air.
"Mobil listrik atau mobil mesin pembakaran pada dasarnya tidak dirancang untuk berenang," tegas Bonar Pakpahan, Product Expert PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) beberapa waktu lalu kepada GridOto.com.
Baca Juga: Biar Sejago Apapun, Jasa Inspeksi Pasti Punya Alat Ini Untuk Deteksi Mobil Bekas Banjir
Sekalipun adanya sertifikasi ketahanan air tak menjamin mobil listrik aman untuk terjang banjir.
Area kolong mobil bisa menjadi tempat kotoran dari air banjir mengendap yang kalau dibiarkan bisa mengakibatkan korosi dan karat.
Belum lagi komponen kaki-kaki yang juga terdampak akibat kotoran dari air banjir.
"Masalah lain terjang banjir jika airnya terlalu tinggi adalah potensi rembes masuk ke kabin," ungkap Bonar.
Ini menjadi masalah serius apalagi kabin tidak dirancang untuk terkena air bahkan terendam.
Mengingat komponen elektrikal low voltage yang tidak didesain terkena air berisiko korsleting jika ada air masuk.
Sekalipun tidak mengenai perangkat elektrikal, air yang masuk ke kabin akan menjadi masalah bau apek dan karat komponen logam di kabin.
| Editor | : | Trybowo Laksono |
KOMENTAR