Apalagi kalau dibandingkan dengan Aerox konvensional yang cuma 14,2 Nm, maka Aerox E jelas jauh lebih digdaya soal akselerasi.
Sebagai motor listrik, urusan daya jelajah Aerox E juga dipikirkan dengan matang.
Motor ini menggendong dua buah baterai dengan total kapasitas 6 kWh.
Sistem baterainya dibuat removable alias bisa dilepas-pasang, sehingga memudahkan pemiliknya saat ingin mengisi daya di dalam rumah atau kantor.
Dengan kondisi baterai penuh, Yamaha mengklaim Aerox E sanggup diajak berkeliling hingga jarak 106 km.
Pengendara juga diberikan fleksibilitas lewat tiga mode berkendara, yakni Eco untuk hemat daya, Standard untuk harian, dan Power saat ingin merasakan performa maksimalnya.
Fitur-fitur canggih khas Yamaha tetap hadir mengisi area kokpit, mulai dari layar instrumen TFT 5 inci yang modern, konektivitas Y-Connect, hingga sistem Smart Key.
Urusan keselamatan pun tetap jadi prioritas dengan hadirnya rem ABS dan Traction Control System (TCS) untuk menjaga ban tidak selip saat menerima torsi besarnya.
Meski sudah dipamerkan, Yamaha India belum resmi menjual motor ini.
Namun jika mengutip Rushlane.com, kabarnya motor ini akan dilaunching di kuartal pertama tahun ini.
Kalau nanti masuk ke Indonesia, kira-kira Sobat tertarik pindah ke motor listrik atau tetap pilih Aerox bensin nih?
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR