Mereka juga menyebut proses pengaspalan ulang dilakukan dengan melibatkan tenaga ahli berpengalaman, termasuk profesional yang memiliki lisensi di ajang Formula 1, serta menggunakan teknologi terkini.
Selain itu, fasilitas pit baru dan berbagai perangkat modern juga telah dipasang.
Namun, mereka mengakui adanya kendala tak terduga.
Hujan deras menyebabkan sistem saluran air di bawah lintasan mengalami kerusakan di salah satu titik, sehingga memicu masalah pada permukaan trek.
Meski begitu, perbaikan cepat dilakukan agar balapan tetap bisa dilanjutkan.
Sementara itu, kerusakan yang terjadi di tikungan 12 pada hari Minggu disebut dipicu oleh suhu tinggi serta masalah dalam proses aplikasi lapisan aspal, yang menyebabkan permukaan lintasan cepat mengalami degradasi.
Pihak penyelenggara menyatakan tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai masalah yang muncul dan akan bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk melakukan perbaikan sebelum MotoGP kembali digelar di sana pada 2027.
Baca Juga: Toprak dan Miller Keteteran di Sprint MotoGP Brasil, Dua Hal Ini Biang Masalahnya
Menukil Crtash.net, Sirkuit Goiania sendiri baru kembali menjadi tuan rumah balapan motor kelas dunia setelah terakhir kali menggelar grand prix pada 1989.
Meski sejumlah kendala masih bisa dimaklumi pada event yang baru kembali digelar, munculnya tiga masalah berbeda terkait permukaan lintasan dalam tiga hari dinilai cukup tidak biasa.
Jika seluruh pekerjaan memang telah memenuhi standar FIM, maka kondisi ini juga memunculkan pertanyaan mengenai ketatnya proses homologasi yang diterapkan.
Di luar persoalan lintasan, beberapa pembalap juga mengeluhkan keputusan panitia yang tidak menunda start balapan meski jumlah lap dikurangi.
Hal ini membuat mereka, terutama yang berada di posisi belakang, tidak memiliki cukup waktu untuk mengganti ban belakang.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR