GridOto.com - Seorang pemudik motor bernama Deni menangis histeris saat perjalanan mudiknya.
Lantaran pengendara Honda ADV 150 itu mendapat kabar ibunya di kampung halaman Mesuji, Lampung telah meninggal dunia, (17/3/26).
Kabar menyedihkan itu didapatinya saat antre naik kapal di pelabuhan Ciwandan, kota Cilegon, Banten.
Kapolsek KSKP Banten, AKP Fredo Leonard mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB saat Ia sedang memandu aliran arus kendaraan di area buffer zone.
Saat itu, Ia melihat seorang pengendara Honda ADV 150 tidak bergerak masuk ke dalam kapal untuk diseberangkan ke Sumatera.
Saat didekati, pengendara sedang tertunduk lesu sambil menangis di samping motornya.
"Saat ditanya, pemudik itu dapat kabar lewat telepon dari kakak kalau ibunya sudah meninggal. Saya coba menenangkan, dan memintanya untuk beristirahat dulu," kata Fredo saat dihubungi, (17/3/26) mengutip Kompas.com.
Baca Juga: Ajakan Teman Lama Mudik Bareng Naik Mobil Berbuah Petaka, Wanita Ini Histeris di Minimarket
Saat beristirahat, Deni menghubungi istrinya melalui videocall dan memperlihatkan kondisi jenazah ibunya, tangis pun semakin pecah saat melihat ibunya sudah berpulang.
"Deni udah janji mau pulang, ibu tungguin Deni, Deni sudah di pelabuhan," ucap Fredo menirukan percakapan Deni.
Melihat pemudik itu terpukul, Fredo pun meminta keponakan yang diboncengnya bergantian untuk mengendarai motor hingga rumah.
Sebab, jika tetap melanjutkan perjalanan dapat membahayakan.
"Kita juga sudah menawarkan untuk mengantarkan pemudik itu sampai tujuan, tapi yang bersangkutan bersikukuh melanjutkan perjalanan," ujar dia.
Akhirnya, Deni dipandu oleh petugas masuk ke dalam kapal, lalu melanjutkan perjalanan yang seharusnya membahagiakan menjadi duka.
"Kami memberikan dukungan moril serta membantu memfasilitasi agar pemudik itu dapat segera melanjutkan perjalanan menuju kampung halamannya," ujar dia.
Dirsamapta Polda Banten, Kombes Pol Kukuh Priyo Taruno yang juga ada di lokasi memberikan imbauan kepada pemudik yang berduka agar tetap menjaga kondisi fisik dan emosional selama perjalanan.
"Serta tidak ragu meminta bantuan kepada petugas apabila mengalami kesulitan di perjalanan," ucap Kukuh melalui keterangannya.
Lihat postingan ini di Instagram
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR