Baca Juga: Daimler Indonesia Mulai Ekspor Sasis Bus ke ASEAN, Ini Tipenya
Untuk memastikan proses diagnosis dapat dilakukan secara cepat dan tepat, DCVI secara konsisten menjalankan program pengembangan mekanik melalui Mercedes-Benz Truck & Bus CSP Training Center.
Program ini menghadirkan sistem pelatihan dan sertifikasi mekanik berstandar global Daimler Truck.
Dalam sistem ini terdapat tiga jenjang kualifikasi utama, yaitu Qualified Maintenance Technician (QMT), Qualified System Technician (QST) serta Certified DiagnosticTechnician (CDT).
Melalui sistem tersebut, mekanik dilatih untuk menangani pekerjaan servis dasar, diagnosis sistem kendaraan, hingga analisis gangguan teknis yang lebih kompleks.
Standar kompetensi ini juga diterapkan dalam program Mercedes-Benz Bus Lebaran Rescue 2026.
Di setiap titik layanan, DCVI memastikan kehadiran mekanik bersertifikasi dengan minimal satu Qualified System Technician (QST) yang memiliki kemampuan diagnosis sistem kendaraan secara menyeluruh.
President Director PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia, Naeem Hassim, mengatakan keandalan armada bus Mercedes-Benz harus selalu didukung oleh kesiapan layanan purna jual yang kuat.
"Kami percaya kualitas kendaraan harus diimbangi dengan kesiapan layanan teknis yang sama kuatnya. Karena itu, kami terus berinvestasi dalam peningkatan kompetensi mekanik melalui sistem pelatihan dan sertifikasi berstandar global. Dengan teknisi yang memiliki kualifikasi jelas, pelanggan dapat memperoleh penanganan teknis yang cepat dan tepat di setiap titik layanan Mercedes-Benz," ujar Naeem Hassim.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR