Baca Juga: Exit Tol Ambarawa Terus Dikebut, Jawaban Macet dan Rawan Kecelakaan di Bawen?
Di antaranya adalah instalasi lampu penerangan jalan umum (PJU) yang belum sepenuhnya rampung.
Meski marka utama sudah tersedia, rambu-rambu pelengkap masih dalam tahap finalisasi.
Jalur fungsional ini akan diaktifkan per 13 Maret 2026, lengkap dengan kesiagaan layanan lalu lintas seperti ambulans, derek, dan tim rescue.
"Mengingat kondisi fisik jalan yang belum 100 persen, pembatasan jam operasional dilakukan semata-mata demi meminimalisasi risiko kecelakaan saat visibilitas berkurang," cetus Dwi Winarsa.
Proyek Tol Jogja-Bawen merupakan investasi masif senilai Rp 18 triliun.
Hingga kuartal pertama 2026, realisasi konstruksi telah menyentuh angka sekitar Rp 7 triliun, atau sepertiga dari total kebutuhan pendanaan.
Fokus pembangunan saat ini terbelah di dua ujung: Seksi 1 Sleman-Banyurejo dan Seksi 6 Ambarawa-Bawen.
Khusus untuk Seksi 6, progres konstruksi sudah berada di angka 90 persen.
Pekerjaan kini hanya menyisakan aspek minor seperti saluran drainase, pagar pengaman dan kelengkapan lansekap.
Setelah masa fungsional Lebaran usai, Seksi 6 ditargetkan rampung 100 persen pada Mei 2026.
"Tahapan selanjutnya adalah Uji Laik Fungsi (ULF) yang diproyeksikan selesai sehingga operasional komersial dapat dilakukan pada Agustus 2026," ungkap Dwi Winarsa.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR