Ada tiga menu yang disuguhkan untuk menguji kemampuan ban Bridgestone Potenza Adrenalin RE005 ini, yaitu dry handling, wet handling, dan overall performance.
Masing-masing pengujian ini menggunakan tiga mobil yang berbeda, yaitu Toyota GR86, BMW 330e MSport LCI, dan Tesla Model 3.
Baca Juga: Baru Nih, Bridgestone Resmikan TOMO Signature Pertama di Indonesia
Di pengujian dry handling yang menggunakan Toyota GR86, ban Bridgestone Potenza Adrenalin RE005 diuji di trek utama proving ground yang memiliki panjang 3,3 km.
Di sini mobil dipacu hingga 120 km/jam lalu dipaksa melakukan beberapa manuver pindah jalur cepat dan menikung kencang.
Hasilnya ban baru ini menyuguhkan stabilitas berkendara kelas wahid dan pengendalian presisi.
Menu kedua adalah wet handling yang dilakukan di trek yang sengaja diguyur air menggunakan BMW 330e MSport LCI.
Walau menggunakan sedan bertenaga besar dan berpenggerak roda belakang, jalanan yang licin dan berkelok-kelok bisa dilahap dengan mudah oleh Bridgestone Potenza Andrenalin RE005.
Traksi optimum selalu disediakan oleh ban ini.
Baca Juga: Sambut Mudik, Bridgestone Kasih Diskon dan Hadiah Pembelian Ban di IIMS 2026
Terakhir, pengujian overall performance menggunakan mobil listrik Tesla Model 3.
Di sini ban Bridgestone Potenza Adrenalin RE005 diajak bermanuver slalom di kecepatan rendah dan menengah. Kembali ban ini mampu menunjukkan handling yang presisi dan kestabilan berkendara terbaik.
Oh ya, masih ada satu lagi kejutan dari Bridgestone.
Mereka menghadirkan legenda balap F1 Stefano Modena yang saat ini menjabat sebagai Technical Marketing Manager di Bridgestone Educational Experience Centre yang ada di Roma, Italia.
Baca Juga: Dampak Mobil Listrik ke Industri Ban, Ini Pandangan Bridgestone
Tugasnya membantu proses pengembangan ban baru seperti di RE005 ini, mulai dari menyempurnakan prototipe hingga mendapatkan hasil yang paling optimal.
Dengan pengalamannya di ajang balap jet darat F1 dan berbagai kejuaran balap internasional sangat berguna dalam proses pembuatan dan pengembangan ban Bridgestone.
“Pengujian fisik merupakan bagian paling penting dalam fase pengembangan ban baru, dan ini dilakukan oleh para pengemudi profesional di Bridgestone,” terang pria berusia 62 tahun ini.
Menurut Modena, pengembangan ban untuk keperluan balap sangat berbeda dengan ban di jalan raya.
“Pembalap biasanya hanya berfokus pada satu hal, yaitu melaju secepat mungkin dan ban berperan membantu mereka mencapainya,” terang Modena.
Kalau buat di jalan raya, pengemudi ingin merasa percaya diri dan aman dengan bannya saat berkendara.
“Untuk ban jalan raya kami harus mempertimbangkan banyak elemen seperti berat, rolling resistance, kemampuan membuang air, daya cengkeram, dan pengereman,” tutupnya.
View this post on Instagram
| Editor | : | Dwi Wahyu R. |
KOMENTAR