GridOto.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memunculkan kekhawatiran baru bagi berbagai sektor industri global.
Salah satu yang berpotensi ikut terdampak adalah industri otomotif, karena terkait gangguan pada jalur perdagangan internasional.
Konflik tersebut berisiko memengaruhi rantai pasok global, mulai dari hambatan distribusi, kenaikan ongkos logistik, hingga meningkatnya premi asuransi maritim.
Terkait situasi ini, MG Motor Indonesia mengaku terus memantau perkembangan kondisi global yang cukup dinamis.
Head of Marketing MG Motor Indonesia, Harry Kurniawan, mengatakan perusahaan tetap mencermati dampak yang mungkin muncul terhadap industri otomotif.
“Kalau kita lihat kondisi global memang sekarang tidak stabil. Tapi kalau dari MG, kami masih melihat pencapaian yang positif dari brand MG belakangan ini,” ujar Harry di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Ia menilai pasar otomotif di Indonesia masih memiliki potensi pertumbuhan yang cukup baik.
Karena itu, MG tetap optimistis terhadap target bisnis yang telah dipasang untuk tahun ini.
“Tentu kita tahu situasinya dinamis. Di MG kami akan terus memonitor, tapi untuk target di tahun ini kami masih optimistis bisa mencapai apa yang sudah kami rencanakan,” kata Harry.
Baca Juga: Beli Mobil Listrik MG di IIMS 2026, Bisa Dapat Untung Sampai Rp 100 Juta
Adapun untuk pasar Indonesia, model-model MG dipasarkan dengan beberapa basis produksi berbeda.
Sebagian kendaraan didatangkan dari Thailand, seperti MG ZS, MG 5 GT, serta MG VS.
Sementara roadster listrik MG Cyberster dipasok dari China.
MG juga telah merakit beberapa model secara lokal di Indonesia, di antaranya MG4 EV dan MG HS, sebagai bagian dari strategi memperkuat kehadiran merek di pasar domestik.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR