GridOto.com - Perkembangan teknologi lampu kendaraan terus bergerak cepat.
Jika dulu pengendara hanya mengenal lampu pijar dan halogen, kini istilah LED, mini laser, hingga biled makin akrab di telinga.
Terutama bagi yang gemar modifikasi atau memasang lampu tambahan di kendaraannya.
Lalu apa sebenarnya perbedaan dari masing-masing jenis tersebut?
Chief Executive Officer PT Duromoto Jaya Indonesia, Denny Hartono, menjelaskan bahwa evolusi teknologi pencahayaan kendaraan memang berawal dari lampu pijar, kemudian halogen, hingga akhirnya masuk ke era LED.
“Kalau awal dulu kan lampu pijar, terus ada halogen, terus LED. Nah LED ini jenisnya juga macam-macam,” ujar Denny kepada GridOto.com, Senin (23/2/2026).
Ia menjelaskan, pada dasarnya lampu LED saat ini bisa dibedakan dari konstruksi dan sistem optiknya.
Ada yang masih mengandalkan reflektor saja, ada yang sudah menggunakan lensa, hingga kombinasi reflektor dan mekanisme tambahan.
Untuk tipe yang hanya memakai lensa tanpa reflektor konvensional, di pasar aftermarket lebih dikenal sebagai mini laser.
“LED itu ada yang hanya reflektor, ada yang lensa saja, itu biasa disebut mini laser,” jelasnya.
Baca Juga: Duromoto Ungkap Lampu Tambahan Terlarisnya, Ternyata Tipe Ini Paling Dicari
Karakter mini laser, lanjut Denny, umumnya menghasilkan sorotan cahaya yang lebih fokus karena memanfaatkan proyektor lensa.
Pola tembakannya cenderung lebih terarah dibanding LED reflektor biasa.
Selain itu, ada juga jenis yang menurut Denny merupakan pengembangan dari konsep mini laser, namun dengan karakter cahaya menyerupai biled.
Ia menyebutnya sebagai versi hybrid.
“Kalau yang pakai mangkok reflektor tapi tanpa solenoid, saya pribadi sebutnya hybrid. Low beam-nya pakai mangkok jadi cut off-nya seperti biled, tapi high beam-nya tanpa mangkok,” ujarnya.
Secara istilah, Denny mengakui belum ada penyebutan baku di industri untuk model tersebut.
“Saya sih sebutnya mini laser hybrid. Enggak ada penyebutan khusus sebenarnya, cuma menurut saya karena mini laser tapi cahayanya seperti biled,” tambahnya.
Sementara itu, biled sendiri merupakan sistem yang menggunakan mangkok reflektor sekaligus solenoid.
Mekanisme solenoid ini berfungsi mengatur perpindahan antara low beam dan high beam dalam satu proyektor, sehingga distribusi cahaya bisa berubah secara mekanis.
“Kalau biled itu mangkok plus solenoid,” tegasnya.
Lebih lanjut Denny menjelaskan, lini produk lampu tambahan Duromoto saat ini tersebar di kategori mini laser dan hybrid.
Untuk tipe mini laser, tersedia model X3 dan X1ME.
Sementara di kategori hybrid ada MB1 dan dalam waktu dekat akan menyusul MB3.
“Yang mini laser ada X3 sama X1ME. Yang hybrid ada MB1, nanti ada MB3,” sebutnya.
Untuk produk biled murni, Duromoto saat ini belum memilikinya dalam lini reguler.
Namun, perusahaan memiliki produk hasil kolaborasi dengan OSRAM yang sudah mengusung teknologi biled sekaligus memiliki fitur waterproof.
“Yang biled kami belum ada sendiri. Adanya produk kolaborasi dengan OSRAM, itu yang murni biled waterproof,” pungkas Denny.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR