GridOto.com - Di tengah tren elektrifikasi yang kian menguat, Suzuki menegaskan tidak akan terpaku pada satu teknologi saja dalam upaya menuju kendaraan rendah emisi.
Pabrikan asal Jepang ini mengusung pendekatan yang disebut sebagai Multi-pathway Strategy, yakni strategi dengan berbagai jalur solusi sesuai kebutuhan pasar.
Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) dan PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), Minoru Amano, menyebut strategi tersebut menjadi fondasi perjalanan perusahaan menuju netralitas karbon.
“Di Suzuki, perjalanan kami menuju netralitas karbon berlandaskan pada Multi-pathway Strategy,” ujar Amano di IIMS 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, belum lama ini.
Ia menekankan bahwa Suzuki tidak melihat transisi energi sebagai pendekatan yang seragam untuk semua negara maupun konsumen.
“Kami percaya bahwa tidak ada solusi yang bersifat ‘satu untuk semua’,” lanjutnya.
Karena itu, Suzuki tetap mengoptimalkan mesin pembakaran internal atau Internal Combustion Engine (ICE) agar semakin efisien dan rendah emisi.
Di saat bersamaan, mereka juga memperluas lini hybrid, sekaligus mengembangkan solusi energi terbarukan seperti biogas berbasis limbah organik.
Penjelasan serupa disampaikan Deputy 4W Sales & Marketing Director SIS, Dony Saputra.
Baca Juga: Diskon Spare Part, Aksesori, hingga Oli, Suzuki Manjakan Konsumen di IIMS 2026
Menurutnya, multi-pathway berarti Suzuki menghadirkan berbagai pilihan teknologi yang relevan dengan kondisi dan kebutuhan konsumen.
“Saya ingin menyampaikan bahwa kami di Suzuki ini menggunakan strategi multi-pathway berkaitan dengan produk-produk kami,” kata Dony.
Ia menjelaskan, pendekatan tersebut memungkinkan Suzuki menawarkan kendaraan ramah lingkungan dalam beragam bentuk, mulai dari ICE yang makin efisien, hybrid yang terjangkau, hingga mobil listrik murni.
“Apa sih multi-pathway itu? Jadi kami berpegang pada bagaimana Suzuki menyediakan berbagai langkah atau produk sesuai dengan kebutuhan konsumen,” ujarnya.
“Baik itu dalam bentuk ICE yang makin efisien dan makin ramah lingkungan, hybrid yang terjangkau, kemudian mobil listrik itu sendiri maupun dalam bentuk potensi energi terbarukan yang lainnya seperti metana atau biogas dan yang lain sebagainya,” pungkas Dony.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR