"Sedangkan korban (Eko) melarikan diri dengan menceburkan diri ke laut untuk menghindari amukan massa," kata Maskur, (12/2/26) dilansir dari Kompas.com.
Menurut dia, warga sempat mencegah tindakan tersebut dengan meneriakinya untuk mengingatkan agar Eko lebih baik menyerahkan diri dan menepi ke bibir pantai, namun peringatan tersebut diabaikan.
Pria dengan tinggi badan 170 cm itu kemudian tenggelam dan terbawa arus ombak.
Dia baru ditemukan keesokan harinya oleh nelayan dalam keadaan mengapung di laut dengan jarak sekitar tiga kilometer dari titik awal menceburkan diri.
Maskur menyebut, jenazah Eko kemudian dievakuasi oleh nelayan dan dibawa ke pantai, serta dilaporkan ke pihak Kepolisian yang kemudian datang bersama petugas medis.
Baca Juga: Desa Jrebeng Patalan Wonomerto Probolinggo Geger, Satu Truk Angkut Sapi Dibakar Massa Gegara Ini
"Korban dibawa ke Puskesmas Pesanggaran untuk dilakukan pemeriksaan," ujarnya.
Dari pemeriksaan tersebut, petugas medis tidak menemukan adanya bekas luka penganiayaan di tubuh Eko.
Korban diduga meninggal dunia karena kehabisan oksigen atau tenggelam.
Keluarga juga menyatakan tidak bersedia dilakukan proses otopsi dan menerima kematian Eko karena tindakannya sendiri, dan setelahnya jenazah dibawa ke rumah duka untuk kemudian dikebumikan.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR