Sedangkan Veloz 1.5 dan 1.5 CVT masing-masing terjual 2.538 unit dan 654 unit.
Memasuki Januari-November 2025, performa Avanza dan Veloz tetap solid meski pasar otomotif nasional mengalami koreksi.
Avanza mencatatkan penjualan 31.415 unit, dengan varian 1.5 G CVT kembali menjadi penyumbang terbesar lewat penjualan 11.416 unit.
Posisi berikutnya ditempati 1.5 G sebanyak 8.217 unit, lalu 1.3 E dengan 6.649 unit, dan 1.3 E CVT sebesar 5.133 unit.
Sementara itu, Veloz pada periode yang sama membukukan wholesales 9.127 unit. Varian Q CVT tetap menjadi primadona dengan kontribusi 6.011 unit, disusul Q CVT TSS sebanyak 1.064 unit.
Adapun Veloz 1.5 terjual 1.694 unit, sedangkan 1.5 CVT mencatat 358 unit. Secara umum, performa Toyota di pasar nasional juga masih terjaga.
Data GAIKINDO menunjukkan wholesales Toyota sepanjang Januari-November 2025 mencapai 224.018 unit, turun 14,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 262.315 unit.
“Di Semester I 2025 pasar masih mengalami koreksi sekitar 9% dengan catatan wholesales 374.000 unit. Di tengah kondisi ini, Toyota masih bisa mempertahankan capaian marketshare 33% meski dengan catatan wholesales yang sedikit terkoreksi 5% ke angka 123.000 unit,” ungkap Jap Ernando Demily, Marketing Director TAM.
Baca Juga: Veloz Hybrid Laris Manis, Penjualannya Dua Kali Lipat Varian Konvensional
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR