GridOto.com - Masalah keuangan KTM diketahui masih berlanjut.
Ini setelah perusahaan induknya, Bajaj Mobility (sebelumnya bernama Pierer Mobility), melaporkan pendapatan sementara tahun 2025 anjlok 46%.
Penurunan tajam ini terjadi usai KTM sempat menghentikan produksi selama beberapa waktu akibat tekanan finansial yang berkepanjangan.
Sepanjang 2025, Bajaj Mobility mencatat pendapatan sekitar €1,009 miliar atau sekitar Rp19,98 triliun, turun drastis dari €1,879 miliar Rp 37,20 triliun pada 2024.
Meski begitu, ada sisi positifnya.
Utang bersih perusahaan justru berhasil dipangkas lebih dari setengahnya.
Per 31 Desember, total utang Bajaj tercatat €798 juta atau Rp15,8 triliun, sementara arus kas operasional mulai berbalik positif pada paruh kedua 2025.
Baca Juga: KTM Lakukan PHK Besar-besaran, Bajaj Siapkan Strategi Ini
Artinya, secara operasional kondisi keuangan perusahaan mulai membaik.
Bajaj mengakui penjualan di awal tahun memang terpukul karena produksi sempat berhenti.
Namun, mereka menilai proses restrukturisasi yang dijalankan membuat kondisi finansial grup kini jauh lebih sehat.
Total penjualan sepanjang 2025 mencapai 209.704 unit, turun 28% dibandingkan tahun sebelumnya.
Restrukturisasi besar-besaran yang telah disetujui pengadilan untuk KTM dan anak-anak usahanya juga menghapus sebagian besar beban utang lama.
Langkah ini membuat perusahaan bisa kembali mencatatkan keuntungan setelah sebelumnya mengalami kerugian besar selama beberapa tahun terakhir.
Melansir motorcyclenews, dampak paling terasa dari restrukturisasi ini terlihat pada pengurangan jumlah karyawan.
Baca Juga: Merek KTM Kini Jadi Milik Bajaj, Husqvarna dan Gasgas Ikut Diboyong
Sepanjang 2025, jumlah pegawai menyusut hampir sepertiga, dari 5.310 orang menjadi 3.782 orang.
Gelombang terbaru PHK yang diumumkan awal Januari lalu kembali memangkas sekitar 500 karyawan.
Pemangkasan ini merupakan bagian dari program “rightsizing”, yang bertujuan menekan biaya tetap, menyederhanakan struktur manajemen, serta mempersempit fokus produk dan proyek.
Dalam proses ini, KTM juga telah melepas MV Agusta, menghentikan bisnis mobil sport X-Bow, mengakhiri kerja sama distribusi CFMoto di Eropa, serta mulai menutup lini bisnis sepeda dan sepeda listrik yang selama ini merugi.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR