Kondisi ban yang sudah aus juga sangat berpengaruh.
"Aquaplaning bisa saja dimulai dari kecepatan 60 km/jam. Bahkan tanpa tekanan angin yang tinggi, ban yang sudah gundul saja sudah berisiko," papar Jusri.
Menurut Jusri, lapisan air yang sangat tipis pun sudah cukup untuk memicu kondisi tersebut.
"Lapisan air yang sangat tipis, sekitar satu sentimeter, bahkan kurang dari itu, sudah bisa membuat situasi aquaplaning terjadi," ujar Jusri.
"Apalagi jika ban berukuran lebar. Lebar tapak ban memang memengaruhi karena daya angkat atau lift force menjadi semakin besar," ungkapnya.
Jusri menekankan, kondisi ban menjadi faktor penting dalam mencegah aquaplaning.
Baca Juga: Mengurangi Gejala Aquaplaning Ban Mobil, Bisa Lakukan Hal ini
Ban dengan tapak yang masih baik berfungsi untuk memecah air, sehingga permukaan ban tetap bisa menempel ke aspal.
"Saat terjadi aquaplaning, ban yang tidak memiliki tapak, sudah gundul, tapaknya habis, itu sama saja seperti batu tipis lempeng yang besar," sebutnya.
"Sementara itu, ban yang lebih kecil otomatis memiliki daya angkat yang lebih rendah. Jadi, lebar penampang atau tapak ban sangat memengaruhi besarnya lift force," ujar Jusri.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR