Ia menyarankan penumpang menjaga sendiri barang-barang berharga dan rentan hilang agar selalu berada dalam pengawasan.
"Untuk barang di bagasi, tingkat kehilangannya relatif kecil, kecuali dalam kondisi tertentu, misalnya bagasi terbuka, barang terlempar, atau tertukar," papar Sani.
Menurut dia, sebagian besar kasus kehilangan justru terjadi di dalam kabin.
Dengan kapasitas sekitar 30 kursi dan 30 penumpang, pihak PO mengaku tidak bisa mengetahui niat setiap penumpang yang ada di dalam.
"Kami tidak bisa menjamin keamanan barang di dalam kabin, karena kami tidak mengetahui tujuan atau niat setiap penumpang," ujar Sani.
Sani menilai keluhan kehilangan barang di dalam kabin juga berpotensi disalahgunakan.
Baca Juga: Sedikit yang Masih Paham, Ini Alasan Kenapa Dilarang Ngecas Power Bank di Kabin bus
Pasalnya, tidak ada bukti yang dapat memastikan penumpang benar-benar membawa barang tersebut sebelum dinyatakan hilang, sehingga tidak menutup kemungkinan adanya klaim yang tidak sesuai fakta.
"Selain itu, bisa saja penumpang berangkat membawa tas dengan isi tertentu, lalu saat pulang mengaku ada barang yang hilang, padahal tidak ada pembuktiannya," ujar Sani.
"Karena itu, sudah selayaknya penumpang meminimalkan potensi kerugian diri sendiri, seperti tidak membawa perhiasan berlebihan, tidak membawa uang tunai berlebihan, serta tidak membawa barang berharga yang jauh dari pengawasan," tuturnya.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR