GridOto.com - Jika dirasa-rasa, kondisi lalu lintas jalan di Indonesia terasa semrawut.
Pemandangan yang sering dilihat seperti pengendara lawan arus, terobos palang kereta serta lampu merah dan masih banyak lagi.
Andai saja para pengendara mencoba sadar diri, pasti lalu lintas akan tertib.
Sebab menurut Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), ada tiga sebab jalan di Tanah Air ini terasa semrawut.
Semata-mata bukan salah infrastruktur, tapi ternyata tiga penyebabnya ada di dalam diri pengendara.
Justri menilai pengguna jalan di Indonesia sangat terampil. Soal keahlian berkendara atau mengemudi, mereka bisa dan ahli.
Menurut Jusri bicara orang yang sudah berada di jalan raya, tentu mereka terampil.
Baca Juga: Gampang dan Tanpa Berantem, Begini Cara Efektif Tegur Pengendara Merokok di Jalan
Tapi ada tiga hal yang terlewatkan, bahkan kadang dilupakan.
"Tiga elemen terakhir ini yang kadang dilupakan, yakni ketertiban, antisipatif, dan empati," papar Jusri, (4/1/26) dikutip dari Kompas.com.
Jusri menhelaskan, mereka yang terampil tapi tidak tertib, cenderung melanggar peraturan.
Menyepelekan keselamatan diri sendiri dan orang lain.
"Mereka yang terampil, tertib, tapi tidak antisipatif, bisa jadi terserempet, ditabrak pengguna jalan yang tidak disiplin atau ugal-ugalan," tutur Jusri.
Lalu kalau sudah terampil, antisipatif, tapi tidak punya empati di jalan, akhirnya tidak mau mengalah.
Makanya sering terjadi cekcok, merasa paling benar, tapi tidak punya empati dengan pengguna jalan lainnya.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR