GridOto.com - Uji emisi dilakukan di kantor Wali Kota Jakarta Pusat, (20/1/26) kemarin.
Hasilnya, 55 unit dari 166 mobil dan motor dinas di kantor Walkot Jakpus tidak lulus uji emisi.
Ngebul parah, karena menurut Kasi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Sudin LH Jakarta Pusat, Enrile Indro,mayoritas kendaraan dinas Pemkot yang tidak lulus uji emisi bermesin diesel.
Hal ini, kata dia, karena parameter pengukuran pada mesin diesel menggunakan tingkat opasitas atau kepekatan asap knalpot.
"Kalau diesel itu parameternya opasitas, opasitas itu sebenarnya asap. Semakin pekat asap yang dihasilkan, semakin besar kemungkinan kendaraan tidak memenuhi baku mutu emisi," ujar Enrile, (21/1/26) menukil TribunJakarta.com.
Enrile menjelaskan, penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai spesifikasi mesin dapat berdampak langsung pada tingginya emisi gas buang.
Di lapangan, Ia mengakui masih banyak pemilik mobil diesel memilih BBM biosolar karena harganya lebih murah.
Baca Juga: Serius, Siapkan Rp 50 Juta Jika Kendaraan Ini Tak Lolos Uji Emisi
"Fortuner, Pajero (Sport,-red) itu kan rata-rata diesel, tapi kadang tidak pakai bahan bakar yang seharusnya," tutur Enrile.
Akibatnya, emisi yang dihasilkan menjadi lebih buruk dan tidak lolos uji emisi.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR