GridOto.com - Tragedi penusukan brutal terhadap pengendara motor terjadi di Jalan Montong, Jagakarsa, Jakarta Selatan, (19/1/26).
Pelakunya pria pengendara motor lain berhelm ojek online yang emosi karena ditegur berkendara sambil merokok.
Insiden itu viral, dan video keributan tersebut salah satunya diunggah akun Instagram @jagakarsa_update.
Pengunggah menyebutkan, pria itu menusuk seorang tukang parkir dan pemotor lainnya.
"Dua orang jadi korban penusukan di Jalan Montong Jagakarsa, pelaku diduga oknum ojol," tulis pengunggah, (20/1/26).
Pengunggah mengatakan, mulanya pelaku ditegur karena merokok sambil berkendara motor.
Tak terima, pelaku pun terlibat adu mulut dengan korban hingga akhirnya mengeluarkan obeng.
Baca Juga: Kota Makassar Mencekam, Dada Buruh Harian Ditusuk Anak Panah Geng Motor Brutal
Diarahkannya obeng itu ke punggung korban sebelumnya akhirnya melarikan diri.
"Saya ditusuk sama ojol! Nih, pelat nomernya," terdengar suara seorang pria di balik video.
Pria itu menunjuk pemotor berhelm ojol itu. Kameranya diarahkan ke pemotor, hingga ke bagian pelat TNKB bagian belakangnya B 6935 ZFT.
Pemotor berhelm ojol itu masih tampak mengeluarkan emosinya kepada perekam video sebelum akhirnya pergi.
Kapolsek Jagakarsa, AKP Nurma Dewi membenarkan kejadian itu.
Kata Nurma, korban telah membuat laporan ke kepolisian dan sudah menjalani visum.
"Korban sudah lapor, sudah divisum juga kemarin," terang Nurma saat dikonfirmasi, (20/1/26) dikutip dari Kompas.com.
Baca Juga: Dituduh Maling Scoopy, Ojol Ini Bebas Setelah Hampir 6 Bulan Dipenjara
Polisi pun telah mengidentifikasi pelaku yang wajahnya terekam jelas dalam video.
Penyelidik juga mendatangi rumah pelaku, tetapi tak menemukan keberadaan pria tersebut.
Saat ini, polisi masih mencari pelaku tersebut untuk selanjutnya diberikan tindakan hukum.
"(Pelaku) sudah kami cari, sudah kami datangi tempat tinggalnya, tapi orangnya belum ada di tempat. Makanya kami masih mencari keberadaannya di mana," jelas Nurma.
Lihat postingan ini di Instagram
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR