Produsen asal Vietnam, VinFast, serta perusahaan asal China, BYD, disebut telah melakukan investasi.
Selain itu, Hyundai juga lebih dulu merealisasikan investasi di industri otomotif nasional.
Airlangga menilai masuknya investor-investor tersebut menunjukkankebijakan insentif pemerintah mulai memberikan hasil positif, khususnya dalam membangun ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri.
"Beberapa merek seperti VinFast, kemudian BYD, dan sebelumnya Hyundai sudah melakukan investasi," tuturnya.
Ke depan, Airlangga menyebut pemerintah akan mengarahkan pengembangan industri otomotif tidak hanya pada peningkatan investasi, tetapi juga pada penguatan industri nasional, termasuk rencana pengembangan mobil nasional.
"Sehingga ke depannya ini akan didorong untuk mobil nasional," ujar Airlangga.
Baca Juga: Intip Harga BYD Atto 1 Setelah Insentif Mobil Listrik CBU Berakhir
Ia menambahkan, pengembangan industri otomotif nasional menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat struktur industri, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, serta memperluas penyerapan tenaga kerja.
Selain itu, sektor otomotif juga dinilai memiliki peran penting dalam mendukung transisi energi dan pengurangan emisi karbon melalui pengembangan kendaraan listrik.
Sebelumnya Airlangga memang menegaskan, pemerintah tak akan memberikan insentif otomotif di tahun ini.
Pasalnya Airlangga melihat sudah banyak kendaraan listrik terutama mobil listrik yang harganya di bawah Rp 300 juta.
Menurutnya, di harga tersebut tidak perlu lagi ada insentif.
Airlangga meneruskan permintaan Presiden RI Prabowo Subianto, di mana insentif lebih baik untuk kebutuhan pembangunan pabrik saja.
"Sekarang pak presiden ingin membangun pabrik. Mungkin dana itu (insentif) bisa dialihkan untuk membangun pabrik nasional," papar Airlangga.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR