Dokumen tersebut dikeluarkan oleh pihak bengkel, yang merupakan hasil dari pemeriksaan baterai menggunakan alat khusus.
"Seiring pemakaian, kesehatan baterai akan menurun dalam hitungan persen, semakin kecil angkanya, maka akan mengurangi kemampuan baterai menyimpan daya listrik," ucap Jayan.
Hal tersebut berpengaruh terhadap jarak tempuh mode EV-nya.
Misal kesehatannya 50 persen, mobil yang semula mampu menempuh jarak 400 Km jadi hanya 200 Km.
Sementara di HEV, pengaruh mode EV yang menurun tersebut akan membuat konsumsi BBM meningkat.
"HEV seperti di Honda CR-V gitu, dampaknya akselerasi menjadi kurang responsif, konsumsi BBM rata-rata juga akan meningkat," papar Jayan.
Baca Juga: Sedan Eksekutif Toyota Camry Hybrid, Iritnya Tembus 33 KM/L!
Dampak ketika baterai mobil listrik rusak atau kesehatannya menurun tidak akan langsung terasa di performa.
Ini bisa terjadi lantaran perannya bisa tergantikan oleh mesin bakar.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR