Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Terasa Efeknya, Aplikasi Atur Arus Jemputan Sekolah Jakarta Raih Penghargaan di Bangkok

M. Adam Samudra - Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30 WIB
Aplikasi bernama Traffigo, yang dikembangkan siswa Mentari Intercultural School Jakarta (MISJ), menyabet International Young Inventor Award,
Istimewa
Aplikasi bernama Traffigo, yang dikembangkan siswa Mentari Intercultural School Jakarta (MISJ), menyabet International Young Inventor Award,

GridOto.com - Inovasi pengelolaan lalu lintas penjemputan siswa karya pelajar Jakarta meraih penghargaan tertinggi kategori youth dalam ajang Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026 yang digelar di BITEC, Bangkok, 5–9 Januari 2026.

Aplikasi bernama Traffigo, yang dikembangkan siswa Mentari Intercultural School Jakarta (MISJ), menyabet International Young Inventor Award, sekaligus medali emas dan Special Award dari Nizhny Novgorod State Technical University.

IPITEx 2026 diikuti 883 tim dari 24 negara dan dikenal sebagai salah satu kompetisi inovasi terbesar di Asia.

Traffigo merupakan sistem manajemen lalu lintas dan koordinasi penjemputan siswa berbasis aplikasi mobile yang memanfaatkan GPS dan notifikasi real-time.

Aplikasi ini dirancang untuk mengurangi kemacetan di sekitar sekolah pada jam pulang.

Aplikasi Atur Arus Jemputan Sekolah Antar Siswa Jakarta Raih Penghargaan Tertinggi di Bangkok
Istimewa
Aplikasi Atur Arus Jemputan Sekolah Antar Siswa Jakarta Raih Penghargaan Tertinggi di Bangkok

Proyek tersebut dikembangkan oleh Zihny, Amartya Equinarru, Arga Aryasena Wiradisuria, Tala Razzaq Nugroho, Erlangga Widyadhana, Jason Hamoraon Raharja, Affan Zalman Madjid, dan Muhammad Fathir Iksya.

Inovasi pengelolaan lalu lintas penjemputan siswa karya pelajar Jakarta meraih penghargaan tertinggi kategori youth dalam ajang Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026 yang digelar di BITEC, Bangkok, 5–9 Januari 2026. Aplikasi bernama Traffigo, yang dikembangkan siswa Mentari Intercultural School Jakarta (MISJ), menyabet International Young Inventor Award, sekaligus medali emas dan Special Award dari Nizhny Novgorod State Technical University. IPITEx 2026 diikuti 883 tim dari 24 negara dan dikenal sebagai salah satu kompetisi inovasi terbesar di Asia. Traffigo merupakan sistem manajemen lalu lintas dan koordinasi penjemputan siswa berbasis aplikasi mobile yang memanfaatkan GPS dan notifikasi real-time. Aplikasi ini dirancang untuk mengurangi kemacetan di sekitar sekolah pada jam pulang. Proyek tersebut dikembangkan oleh Zihny, Amartya Equinarru, Arga Aryasena Wiradisuria, Tala Razzaq Nugroho, Erlangga Widyadhana, Jason Hamoraon Raharja, Affan Zalman Madjid, dan Muhammad Fathir Iksya. Uji coba telah dilakukan di tiga sekolah negeri dan swasta di Jakarta Selatan, dengan hasil berupa antrean kendaraan lebih pendek dan waktu tunggu penjemputan yang berkurang. “Sangat menyenangkan bisa mempresentasikan proyek kami dan melihat berbagai inovasi dari booth-booth lain. Dengan bimbingan para mentor, kami belajar bagaimana menjawab pertanyaan dengan percaya diri dan mengajak orang berdiskusi,” ujar Zihny, salah satu anggota tim. Selain Traffigo, MISJ juga meraih empat medali emas lain melalui inovasi berbasis teknologi, termasuk Dermatect, sistem skrining kanker kulit berbasis machine learning yang diuji di RS Kanker Dharmais, serta TempGo, sistem pengantaran makanan berbasis IoT. Kepala Sekolah MISJ, Aloysius Songky Widya Ananta, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kemampuan siswa Indonesia bersaing di tingkat global. “Prestasi ini membuktikan bahwa siswa MISJ mampu bersaing di panggung internasional melalui inovasi yang berdampak nyata,” ujarnya. Secara keseluruhan, MISJ mengirimkan 10 tim dan membawa pulang medali emas, perak, serta sejumlah special award internasional, menempatkan inovasi pelajar Indonesia dalam sorotan kompetisi global berbasis teknologi dan solusi nyata.
Istimewa
Inovasi pengelolaan lalu lintas penjemputan siswa karya pelajar Jakarta meraih penghargaan tertinggi kategori youth dalam ajang Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026 yang digelar di BITEC, Bangkok, 5–9 Januari 2026. Aplikasi bernama Traffigo, yang dikembangkan siswa Mentari Intercultural School Jakarta (MISJ), menyabet International Young Inventor Award, sekaligus medali emas dan Special Award dari Nizhny Novgorod State Technical University. IPITEx 2026 diikuti 883 tim dari 24 negara dan dikenal sebagai salah satu kompetisi inovasi terbesar di Asia. Traffigo merupakan sistem manajemen lalu lintas dan koordinasi penjemputan siswa berbasis aplikasi mobile yang memanfaatkan GPS dan notifikasi real-time. Aplikasi ini dirancang untuk mengurangi kemacetan di sekitar sekolah pada jam pulang. Proyek tersebut dikembangkan oleh Zihny, Amartya Equinarru, Arga Aryasena Wiradisuria, Tala Razzaq Nugroho, Erlangga Widyadhana, Jason Hamoraon Raharja, Affan Zalman Madjid, dan Muhammad Fathir Iksya. Uji coba telah dilakukan di tiga sekolah negeri dan swasta di Jakarta Selatan, dengan hasil berupa antrean kendaraan lebih pendek dan waktu tunggu penjemputan yang berkurang. “Sangat menyenangkan bisa mempresentasikan proyek kami dan melihat berbagai inovasi dari booth-booth lain. Dengan bimbingan para mentor, kami belajar bagaimana menjawab pertanyaan dengan percaya diri dan mengajak orang berdiskusi,” ujar Zihny, salah satu anggota tim. Selain Traffigo, MISJ juga meraih empat medali emas lain melalui inovasi berbasis teknologi, termasuk Dermatect, sistem skrining kanker kulit berbasis machine learning yang diuji di RS Kanker Dharmais, serta TempGo, sistem pengantaran makanan berbasis IoT. Kepala Sekolah MISJ, Aloysius Songky Widya Ananta, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kemampuan siswa Indonesia bersaing di tingkat global. “Prestasi ini membuktikan bahwa siswa MISJ mampu bersaing di panggung internasional melalui inovasi yang berdampak nyata,” ujarnya. Secara keseluruhan, MISJ mengirimkan 10 tim dan membawa pulang medali emas, perak, serta sejumlah special award internasional, menempatkan inovasi pelajar Indonesia dalam sorotan kompetisi global berbasis teknologi dan solusi nyata.

Uji coba telah dilakukan di tiga sekolah negeri dan swasta di Jakarta Selatan, dengan hasil berupa antrean kendaraan lebih pendek dan waktu tunggu penjemputan yang berkurang.

“Sangat menyenangkan bisa mempresentasikan proyek kami dan melihat berbagai inovasi dari booth-booth lain. Dengan bimbingan para mentor, kami belajar bagaimana menjawab pertanyaan dengan percaya diri dan mengajak orang berdiskusi,” ujar Zihny, salah satu anggota tim melalui keteranganya, Selasa (13/21/2026).

Baca Juga: Ini Rekayasa Lalu Lintas Selama Pembongkaran Tiang Monorel Jakarta

Selain Traffigo, MISJ juga meraih empat medali emas lain melalui inovasi berbasis teknologi, termasuk Dermatect, sistem skrining kanker kulit berbasis machine learning yang diuji di RS Kanker Dharmais, serta TempGo, sistem pengantaran makanan berbasis IoT.

Aplikasi bernama Traffigo, yang dikembangkan siswa Mentari Intercultural School Jakarta (MISJ), menyabet International Young Inventor Award,
Istimewa
Aplikasi bernama Traffigo, yang dikembangkan siswa Mentari Intercultural School Jakarta (MISJ), menyabet International Young Inventor Award,

Kepala Sekolah MISJ, Aloysius Songky Widya Ananta, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kemampuan siswa Indonesia bersaing di tingkat global.

Inovasi pengelolaan lalu lintas penjemputan siswa karya pelajar Jakarta meraih penghargaan tertinggi kategori youth dalam ajang Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026 yang digelar di BITEC, Bangkok, 5–9 Januari 2026. Aplikasi bernama Traffigo, yang dikembangkan siswa Mentari Intercultural School Jakarta (MISJ), menyabet International Young Inventor Award, sekaligus medali emas dan Special Award dari Nizhny Novgorod State Technical University. IPITEx 2026 diikuti 883 tim dari 24 negara dan dikenal sebagai salah satu kompetisi inovasi terbesar di Asia. Traffigo merupakan sistem manajemen lalu lintas dan koordinasi penjemputan siswa berbasis aplikasi mobile yang memanfaatkan GPS dan notifikasi real-time. Aplikasi ini dirancang untuk mengurangi kemacetan di sekitar sekolah pada jam pulang. Proyek tersebut dikembangkan oleh Zihny, Amartya Equinarru, Arga Aryasena Wiradisuria, Tala Razzaq Nugroho, Erlangga Widyadhana, Jason Hamoraon Raharja, Affan Zalman Madjid, dan Muhammad Fathir Iksya. Uji coba telah dilakukan di tiga sekolah negeri dan swasta di Jakarta Selatan, dengan hasil berupa antrean kendaraan lebih pendek dan waktu tunggu penjemputan yang berkurang. “Sangat menyenangkan bisa mempresentasikan proyek kami dan melihat berbagai inovasi dari booth-booth lain. Dengan bimbingan para mentor, kami belajar bagaimana menjawab pertanyaan dengan percaya diri dan mengajak orang berdiskusi,” ujar Zihny, salah satu anggota tim. Selain Traffigo, MISJ juga meraih empat medali emas lain melalui inovasi berbasis teknologi, termasuk Dermatect, sistem skrining kanker kulit berbasis machine learning yang diuji di RS Kanker Dharmais, serta TempGo, sistem pengantaran makanan berbasis IoT. Kepala Sekolah MISJ, Aloysius Songky Widya Ananta, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kemampuan siswa Indonesia bersaing di tingkat global. “Prestasi ini membuktikan bahwa siswa MISJ mampu bersaing di panggung internasional melalui inovasi yang berdampak nyata,” ujarnya. Secara keseluruhan, MISJ mengirimkan 10 tim dan membawa pulang medali emas, perak, serta sejumlah special award internasional, menempatkan inovasi pelajar Indonesia dalam sorotan kompetisi global berbasis teknologi dan solusi nyata.
Istimewa
Inovasi pengelolaan lalu lintas penjemputan siswa karya pelajar Jakarta meraih penghargaan tertinggi kategori youth dalam ajang Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026 yang digelar di BITEC, Bangkok, 5–9 Januari 2026. Aplikasi bernama Traffigo, yang dikembangkan siswa Mentari Intercultural School Jakarta (MISJ), menyabet International Young Inventor Award, sekaligus medali emas dan Special Award dari Nizhny Novgorod State Technical University. IPITEx 2026 diikuti 883 tim dari 24 negara dan dikenal sebagai salah satu kompetisi inovasi terbesar di Asia. Traffigo merupakan sistem manajemen lalu lintas dan koordinasi penjemputan siswa berbasis aplikasi mobile yang memanfaatkan GPS dan notifikasi real-time. Aplikasi ini dirancang untuk mengurangi kemacetan di sekitar sekolah pada jam pulang. Proyek tersebut dikembangkan oleh Zihny, Amartya Equinarru, Arga Aryasena Wiradisuria, Tala Razzaq Nugroho, Erlangga Widyadhana, Jason Hamoraon Raharja, Affan Zalman Madjid, dan Muhammad Fathir Iksya. Uji coba telah dilakukan di tiga sekolah negeri dan swasta di Jakarta Selatan, dengan hasil berupa antrean kendaraan lebih pendek dan waktu tunggu penjemputan yang berkurang. “Sangat menyenangkan bisa mempresentasikan proyek kami dan melihat berbagai inovasi dari booth-booth lain. Dengan bimbingan para mentor, kami belajar bagaimana menjawab pertanyaan dengan percaya diri dan mengajak orang berdiskusi,” ujar Zihny, salah satu anggota tim. Selain Traffigo, MISJ juga meraih empat medali emas lain melalui inovasi berbasis teknologi, termasuk Dermatect, sistem skrining kanker kulit berbasis machine learning yang diuji di RS Kanker Dharmais, serta TempGo, sistem pengantaran makanan berbasis IoT. Kepala Sekolah MISJ, Aloysius Songky Widya Ananta, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kemampuan siswa Indonesia bersaing di tingkat global. “Prestasi ini membuktikan bahwa siswa MISJ mampu bersaing di panggung internasional melalui inovasi yang berdampak nyata,” ujarnya. Secara keseluruhan, MISJ mengirimkan 10 tim dan membawa pulang medali emas, perak, serta sejumlah special award internasional, menempatkan inovasi pelajar Indonesia dalam sorotan kompetisi global berbasis teknologi dan solusi nyata.

“Prestasi ini membuktikan bahwa siswa MISJ mampu bersaing di panggung internasional melalui inovasi yang berdampak nyata,” ujarnya.

Secara keseluruhan, MISJ mengirimkan 10 tim dan membawa pulang medali emas, perak, serta sejumlah special award internasional, menempatkan inovasi pelajar Indonesia dalam sorotan kompetisi global berbasis teknologi dan solusi nyata.

Editor : Dida Argadea

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa