"Kita cari bengkel kesana sini yang bisa bantu untuk menghidupkan mobil ini lagi tapi gak nemu. Akhirnya kita pelajari segala macam hitungannya, voltase, ampere, dan segala macamnya," ungkapnya.
Proses belajar dimulai dengan memahami dasar sistem kelistrikan mobil dan kondisi baterai yang terpasang.
Langkah tersebut menjadi titik awal Dirgantara Autoproject masuk ke dunia perbaikan kendaraan listrik.
Seiring proses berjalan, Tian mulai memahami bahwa tidak semua masalah baterai harus berujung pada penggantian total.
“Baterai ini masih bisa di balancing, jadi nggak harus langsung ganti satu set, jadi kita lakukan balancing disini,” kata Tian.
Pengalaman tersebut sekaligus mengubah pandangan Tian terhadap penanganan baterai mobil listrik.
| Editor | : | Dwi Wahyu R. |
KOMENTAR