GridOto.com - Tren kendaraan elektrifikasi di Indonesia kian menunjukkan akselerasi sepanjang 2025, khususnya di segmen plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).
Data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat penjualan PHEV Januari hingga November 2025 telah mencapai 4.312 unit, melonjak tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Di tengah pertumbuhan tersebut, Jaecoo menjadi salah satu merek yang relatif cepat mencuri perhatian pasar lewat kehadiran J7 SHS dan J8 SHS.
Head of Sales Jaecoo Indonesia, Willy Winawan, menilai persaingan PHEV sepanjang 2025 berlangsung semakin dinamis dan kompetitif.
“Sepanjang 2025, persaingan di segmen PHEV di Indonesia bisa dibilang semakin dinamis dan kompetitif,” ujar Willy kepada GridOto.com, Kamis (8/1/2026).
Ia menyoroti bahwa lonjakan pasar PHEV terjadi sangat signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Menurut Willy, data GAIKINDO menunjukkan pertumbuhan distribusi kendaraan PHEV yang luar biasa sepanjang tahun lalu.
“Kalau melihat data GAIKINDO, distribusi kendaraan PHEV tumbuh sangat signifikan, bahkan naik ribuan persen hingga menembus lebih dari 4.300 unit sampai November 2025,” kata Willy.
Dalam lanskap tersebut, Jaecoo berhasil menempatkan diri sebagai salah satu pemain utama.
Baca Juga: Cocok Buat Libur Akhir Tahun, JAECOO J7 SHS-P Bisa Tempuh Jarak Jauh
Sepanjang Januari hingga November 2025, Jaecoo menempati posisi kedua penjualan PHEV nasional dengan total 762 unit, berada di bawah Chery yang mendominasi pasar lewat berbagai model PHEV-nya.
“Di dalamnya, Jaecoo berhasil mencuri perhatian lewat J7 SHS dan J8 SHS yang menunjukkan performa penjualan yang kuat di tengah persaingan dengan merek lain, terutama pemain asal China yang agresif menghadirkan produk baru,” lanjutnya.
Selain Chery dan Jaecoo, segmen PHEV Indonesia sepanjang 2025 juga mulai diramaikan oleh sejumlah merek lain.
Geely masuk lewat Starray EM-i, Wuling memperkenalkan Darion PHEV.
Selain merek China, juga ada model-model seperti Mazda CX-80 PHEV, Lexus RX 450h+, Volvo XC60 dan XC90 Plug-in Hybrid, hingga BMW XM.
Meski demikian, kontribusi merek-merek non-China tersebut masih relatif terbatas dari sisi volume.
Meski kompetisi kian ketat, Jaecoo justru memandang kondisi tersebut sebagai sinyal positif bagi perkembangan pasar PHEV nasional.
Kehadiran banyak pemain baru dinilai mampu memperluas pilihan konsumen sekaligus mempercepat adopsi teknologi elektrifikasi.
“Kami melihat persaingan ini sebagai semangat positif yang mendorong pasar PHEV berkembang lebih cepat,” ucap Willy.
Dalam konteks itu, Jaecoo menegaskan fokusnya pada diferensiasi produk melalui teknologi Super Hybrid System (SHS).
Teknologi ini diklaim menawarkan keseimbangan antara efisiensi dan performa, sehingga relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup konsumen di Indonesia.
“Jaecoo terus berfokus pada nilai tambah kami, yakni teknologi SHS yang menawarkan efisiensi sekaligus performa, sehingga konsumen punya alternatif yang relevan dengan gaya hidup dan kebutuhan berkendara di Indonesia,” tutup Willy.
Sebagai informasi, Jaecoo saat ini memasarkan J7 SHS dengan banderol Rp 499,9 juta, sementara J8 SHS dijual Rp 818 juta on the road (OTR) Jakarta.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR