Ia juga memberi sinyal peluang mobil nasional masuk PSN cukup besar.
Pemerintah bahkan telah menjadwalkan rapat khusus untuk membahas arah dan skema proyek tersebut secara lebih mendalam.
Lantas, untuk kendaraan yang akan dipakai sebagai basis proyek mobil nasional Indonesia ini pun sudah ketebak.
Baca Juga: Wacana Mobil Nasional Cita-cita Prabowo Bukan Omong Kosong, Istana Sebut Sedang Persiapan
Dalam perkembangannya, PT Pindad (Persero) diproyeksikan menjadi basis utama pengembangan mobil nasional.
Kementerian Perindustrian telah melakukan pembahasan teknis dan konseptual bersama BUMN tersebut.
Pembahasan mencakup berbagai aspek fundamental, mulai dari jenis kendaraan, strategi harga, pemasaran, hingga layanan purna jual.
"Konsep mobnas yang disampaikan PT Pindad sudah lengkap dan siap," terang Agus, (14/11/25) mengutip Kompas.com.
Pemerintah juga membuka peluang menggandeng mitra tambahan guna memperkuat kemampuan produksi, pendanaan, dan transfer teknologi.
Di sisi lain, proyek mobil nasional mulai menarik perhatian pihak luar.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan sejumlah merek asing telah menawarkan diri untuk terlibat.
Baca Juga: Menteri Airlangga Blak-blakan Soal Mobil Nasional Prabowo, Temui Kendala Soal Harga Murah
"Mobil nasional kan berjalan dengan Pindad sebagai basis," ujar Airlangga di Tangerang, (26/11/25) lalu disitat dari Kompas.com.
Meski demikian, pemerintah menegaskan Pindad tetap menjadi fondasi utama.
Pengumuman resmi terkait kerja sama akan disampaikan langsung oleh pihak yang mengajukan diri.
Minat dari merek asing dipandang sebagai sinyal bahwa proyek mobil nasional dinilai memiliki potensi pasar dan kelayakan komersial.
Namun pemerintah juga mengakui adanya tantangan besar. Airlangga menyebut keterjangkauan harga menjadi faktor krusial dalam pengembangan mobil nasional.
Berdasarkan data Gaikindo, pasar terbesar mobil di Indonesia berada di segmen harga di bawah Rp 300 juta.
Jika berada di atas segmen tersebut, kendaraan berisiko kehilangan daya saing.
"Affordability menjadi tantangan," kata Airlangga dalam Rapimnas Kadin 2025, (2/12/25).
Oleh karena itu, pemerintah mendorong agar mobil nasional benar-benar disesuaikan dengan karakter pasar domestik.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR