GridOto.com – Insentif untuk mobil listrik impor utuh atau completely built up (CBU) resmi berakhir pada 31 Desember 2025.
Hingga awal 2026 ini, pemerintah belum memberikan sinyal akan memperpanjang fasilitas tersebut.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita telah menegaskan bahwa insentif mobil listrik CBU tidak akan diperpanjang pada 2026.
Pemerintah mendorong produsen kendaraan listrik untuk mulai berinvestasi dan membangun fasilitas produksi di dalam negeri jika ingin kembali memperoleh insentif fiskal.
“Tahun ini inshaAllah tidak akan lagi kami keluarkan izin CBU dalam konteks skema investasi dengan mendapatkan manfaat,” ujar Agus dikutip dari Kompas.com, Jumat (12/9/2025).
Dengan berakhirnya insentif tersebut, sejumlah merek kendaraan listrik CBU diperkirakan akan terdampak, termasuk BYD.
Pasalnya, seluruh model BYD yang dipasarkan di Indonesia saat ini masih berstatus impor utuh alias completely built up (CBU) dari China.
Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, harga mobil listrik BYD hingga hari ini terpantau belum mengalami penyesuaian dibandingkan akhir 2025.
Hal ini dikonfirmasi oleh salah satu tenaga penjual BYD di Jakarta saat dihubungi GridOto.com.
Baca Juga: Insentif Pajak Otomotif 2026 Masih Menggantung, Menkeu Bilang Begini
“Belum ada info kenaikan. Masih sama sekarang harganya,” ujarnya, Senin (5/1/2026).
Tenaga penjual tersebut juga memastikan bahwa daftar harga atau pricelist BYD belum mengalami perubahan sejak pergantian tahun.
“Iya, sejauh ini pricelist masih sama seperti Desember 2025,” jelasnya.
Belum adanya penyesuaian harga ini menunjukkan bahwa meskipun insentif CBU telah berakhir, BYD masih mempertahankan banderol produknya di awal 2026.
Adapun potensi perubahan harga ke depan masih bergantung pada kebijakan internal perusahaan serta perkembangan regulasi pemerintah terkait industri kendaraan listrik nasional.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR