GridOto.com - Apa yang bisa Anda dapatkan dari sebuah Suzuki Fronx? Jawabannya banyak. Bahkan ketika Anda memiliki sudut pandang berbeda dari calon pembeli lain.
Beberapa hal kami dapatkan saat menggunakan mobil ini di Jakarta hingga dibawa ke Semarang, Jawa Tengah jelang akhir tahun lalu.
Oke, bicara desain, ia mengisi kelas Small SUV dengan tarikan garis yang berbeda, unik tapi sekaligus atraktif. Khususnya di bagian belakang yang coupe-like.
Namun keunggulannya jelas lebih dari sekadar desain. Coba dulu baru tahu karakter yang sesungguhnya dan tak cukup hanya dari membaca brosur.
Sampai-sampai, kami bisa mengungkapkan, jangan ragu untuk bejek abis Suzuki Fronx. Kenapa?
Mobil ini punya beberapa yang melegakan, khususnya bagi konsumen Indonesia yang umumnya ingin punya mobil awet.
Pertama, mesin Suzuki dikenal bandel, enggak rewel. Mesin K15C ini punya performa lumayan. tenaga 100,6 ps atau sekitar 99 dk @6.000 rpm dan torsi 135 Nm @4.400 rpm.
Dilengkapi teknologi Mild Hybrid untuk varian GX dan SGX. Tetapi varian GL yang dibekali mesin K15B yang non hybrid juga tak membuat ragu untuk dibejek.
Kedua, transmisi otomatik konvensional. Ini dikenal lebih bandel dibanding CVT. Sehingga main kick down atau shiftdown lewat tuas paddle shift di setir, enggak khawatir transmisi akan cepat rontok.
Untuk varian SGX yang kami gunakan, transmisi otomatis punya 6 percepatan dengan perpindahan yang smooth. Dalam pengemudian normal, perpindahan giginya halus dan terjadi di rpm rendah sehingga menunjang kenyamanan.
Di sisi lain, keunggulan Suzuki Fronx yang terasa manfaatnya hanya jika Anda sudah mencoba mobil ini. Yaitu suspensinya.
Saat dinaiki sendiri atau empat penumpang, kenyamanan tetap terjaga. Contoh dibawa melaju di tol Trans Jawa dengan kondisi jalan yang bergelombang di beberapa bagian, redaman suspensinya bak mobil mewah.
Enggak ada bottoming atau istilah awamnya suspensi mentok dalam meredam permukaan jalan yang enggak rata. Sehingga memberi kenyamanan pengemudi dan penumpang.
Alhasil, turun dari mobil setelah perjalanan jauh, badan tetap bugar dan enggak pegal-pegal. Di titik ini, suspensi Suzuki Fronx mantap.
Sebab meski terasa lembut, saat diajak manuver enggak bikin mobil limbung atau mantul-mantul, termasuk manuver di permukaan jalan yang enggak rata.
Namun keasyikan mengemudi Suzuki Fronx bukan hanya dalam performa dan handling.
Bagi pengemudi yang concern dengan fitur kendaraan, varian SGX ini tergolong lengkap dalam mengakomodasi beragam kebutuhan.
Informasi singkat yang tak perlu effort untuk melihatnya bisa ditatap via Head Up Display.
Kecepatan, posisi gigi, konsumsi BBM, indikator bensin dan indikator jarak pengereman otomatis.
Selain itu, punya Dual Sensor Brake Support II (DSBS II), pemakaian radar dan kamera untuk mendeteksi tabrakan dengan kendaraan di depan. Posisi radar ada di atas kaca depan.
GridOto tanpa sengaja melihat fitur ini aktif lewat notifikasi di panel instrumen. Tepatnya saat posisi mobil semakin dekat dengan mobil di depan tapi belum juga melakukan pengereman. Mobil otomatis mengurangi kecepatan.
Muncul tulisan 'Dual Sensor Brake Support' di panel instrumen dekat spidometer dan HUD. Agak kaget juga saat tulisan ini muncul karena jarak mobil di depan sudah sangat dekat. Namun respons pengereman otomatisnya membuat lega.
Tentu, beberapa keunggulan ini rasanya tepat untuk menambah nilai pada harga jual Suzuki Fronx SGX AT Two Tone yang termbus Rp 321,9 juta.
| Editor | : | Iday |
KOMENTAR