GridOto.com - Reli paling ekstrem dan bergengsi di dunia, Rally Dakar 2026, menjadi panggung pembuktian bagi talenta otomotif tanah air.
Kali ini, nama Julian Johan atau yang akrab disapa Jeje atau Jejelogy resmi membawa bendera Indonesia untuk menaklukkan medan berat di Arab Saudi.
Keikutsertaan Jeje ini bukan sekadar partisipasi biasa, melainkan sebuah misi besar untuk menuntaskan rasa penasaran publik otomotif Indonesia setelah puluhan tahun menanti adanya pereli merah putih yang mampu menyentuh garis finis di ajang legendaris ini.
Sejarah mencatat bahwa Indonesia sebelumnya pernah mengirimkan dua pereli senior, yakni Tinton Soeprapto pada tahun 1988 serta Kasih Anggoro pada tahun 2010 dan 2011.
Sayangnya, saat itu keduanya belum berhasil menyelesaikan balapan hingga akhir.
Jeje mengaku bahwa kegigihan para seniornya itulah yang menjadi pemantik motivasi utamanya saat ini.
Ia merasa bahwa mampu mencapai garis finis di Rally Dakar sudah merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa dan sangat prestisius, bahkan lebih dari sekadar mengejar catatan waktu tercepat.
Meski demikian, Jeje mengaku di detik-detik jelang debutnya yang dimulai pada awal Januari 2026 ini, ia merasakan perasaan yang campur aduk antara rasa gugup dan euforia yang besar.
Hal ini terasa sangat emosional baginya karena pada edisi Rally Dakar 2023 lalu, ia hanya hadir di sana sebagai penonton.
Baca Juga: Andalkan Mobil Listrik dan Hybrid Toyota, Protect SSRT Borong Piala di City Rally Final Round 2025
Pengalaman menyaksikan langsung kerasnya medan gurun saat itu justru membakar semangatnya untuk beralih peran menjadi peserta.
“Masih sulit dipercaya akhirnya bisa berada di kejuaraan ini sebagai peserta," katanya, seperti dikutip dari Kompas.com.
"Rasa gugup itu bercampur dengan euforia, tapi saya tidak punya pressure karena merasa pengalamannya benar-benar dimulai dari nol. Saya hanya berusaha bisa menyelesaikan setiap hari etape dengan lancar dan sampai ke finis," tambahnya.
Untuk menghadapi tantangan fisik dan mesin yang luar biasa berat, Jeje telah menjalani persiapan yang sangat matang.
Termasuk melakukan latihan intensif di Maroko yang memiliki karakteristik iklim dan medan mirip dengan lokasi balapan.
Ia mengandalkan Toyota Land Cruiser 100 yang telah dimodifikasi khusus untuk bertahan di gurun pasir selama berhari-hari.
"Target saya sampai tanggal 17 Januari nanti bisa menuntaskan sekitar 8.000 kilometer dalam kondisi fisik yang sehat,” bebernya.
Baginya, Rally Dakar 2026 adalah tentang ketahanan, adaptasi, dan kemampuan bertahan hidup di alam liar.
Dengan target yang realistis dan fokus pada konsistensi setiap harinya, Jeje berharap bisa membawa nama Indonesia kembali harum di kancah reli dunia.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR