Namun, ia meragukan hal tersebut akan cukup untuk menghadapi kebangkitan Aprilia musim depan.
“Ducati tidak akan bisa tidur nyenyak,” ujar Pernat kepada Telenord.
“Aprilia sudah tiba. Bahkan bukan hanya tiba, saya merasa mereka juga menginjak pedal gas.”
“Memang benar jika melihat klasemen akhir, Aprilia finis kedua di belakang pembalap Ducati lainnya, tetapi Álex Marquez saat itu menunggangi GP24.”
“Melihat apa yang kita saksikan, saya hampir tergoda mengatakan bahwa Aprilia RS-GP musim ini adalah motor yang lebih baik dibanding Desmosedici tahun ini.”
“Mari kita luruskan, Marc Marquez membuat perbedaan. Namun, saya tidak tahu apakah itu akan cukup tahun depan, dan bukan hanya karena satu alasan.”
Baca Juga: Rahasia Persiapan Pecco Bagnaia Hadapi MotoGP 2026, Ogah Jadi Pecundang Lagi
Pernat juga menyebut musim Marco Bezzecchi 2025 di mana ia meraih dua kemenangan dan finis peringkat ketiga klasemen akhir sebagai sesuatu yang luar biasa.
“Sudahkah Anda melihat pembalap seperti apa Marco Bezzecchi sekarang?”
“Kami tahu dia cepat, tapi fakta bahwa dia bisa berkembang sejauh ini benar-benar mencengangkan. Perkembangannya luar biasa; terlihat dari keseriusan di matanya, keinginan untuk bekerja dan terus berkembang sesuatu yang, sepanjang karier saya, hanya saya lihat pada sangat sedikit pembalap.”
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR