Cara menghitungnya, pilih patokan tetap di jalan seperti tiang, marka, atau pohon.
Saat kendaraan di depan melewati patokan, mulai hitung waktunya berapa detik sampai kendaraan kita melewati patokan tersebut.
"Satuan detik lebih mudah dan akurat karena pengemudi bisa menghitungnya secara manual, sedangkan pakai satuan meter hanya kira-kira, sebatas pandangan mata, tidak pasti," papar Marcell.
Kesimpulannya, satuan jarak aman menggunakan detik berkaitan dengan waktu reaksi pengemudi. Karena waktu reaksi manusia dalam mengemudi terbatas.
Semakin pendek, semakin sulit untuk melakukan antisipasi, ketika terjadi manuver mendadak dari kendaraan di depan.
Jadi, penggunaan satuan detik dalam menentukan jarak aman dalam defensive driving, karena lebih relevan dan akurat dilakukan oleh pengemudi.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR