Dapat Investasi Rp 500 M Lebih, Motor Listrik Charged Sudah Dipesan Sebanyak 1.200 Unit

Harun Rasyid - Selasa, 6 Desember 2022 | 22:00 WIB
Ilustrasi produksi motor listrik Charged
Dok. Charged Indonesia
Ilustrasi produksi motor listrik Charged

GridOto.com - Brand motor listrik baru di Tanah Air, Charged Indonesia, resmi menjalin kesepakatan inventasi bersama Vmoto Soco Group dengan nilai valuasi USD 38 juta atau sebesar Rp 592 miliar.

Kerja sama Charged Indonesia dengan Vmoto Soco Group yakni untuk pengembangan bisnis Electric Vehicle as-a Service (EVaaS) lewat skema berlangganan di Indonesia dan pasar Asia Tenggara.

Stephanus Widi, Chief Commercial Officer PT Industri Charged Mobilitas mengatakan, pihaknya kini sangat siap berakselerasi dalam bisnis kendaraan listrik bersama Vmoto Soco Group.

"Kami sangat senang Vmoto Soco bergabung dalam misi kami untuk mempercepat adopsi motor listrik di Indonesia. Charged Indonesia sangat siap untuk berkembang pesat dengan dukungan Vmoto Soco sebagai mitra teknologi inti dan investor strategis," ujar Widi dalam rilis resmi Charged, Selasa (6/12/2022).

Charles Chen, Managing Director Vmoto Soco Group menyebut, Indonesia dinilai sangat menarik karena merupakan negara yang strategis untuk berbisnis kendaraan listrik.

"Kami sangat bangga menjadi bagian integral dari visi dan misi Charged Indonesia, seiring negara dengan populasi motor terbesar ketiga di dunia ini bertransisi menuju mobilitas berkelanjutan yang mampu mendistribusikan 5-8 juta motor baru tiap tahunnya," katanya.

Charged Rimau (kiri) dan Charged Maleo
Harun


Lebih lanjut, Charged Indonesia telah memulai distribusi produk motor listriknya yaitu Anoa, Maleo dan Rimau sejak November 2022 untuk para pelanggannya yang terdiri dari konsumen perorangan, fleet, logistik hingga bisnis ride hailing semisal ojek online.

"Per minggu lalu kami baru mulai pengiriman. Total sudah ada 1.200 unit pemesanan dari para customer kami," ungkap Widi.

Kini, Charged Indonesia juga siap merakit Charged Anoa, Maleo dan Rimau di fasilitas produksinya yang bernama Giga-Shed di wilayah Cikupa, Tangerang, Banten.

Baca Juga: Cukup Bayar Sewa, Motor Listrik Charged Maleo Sekali Cas Tembus 125 Km

Adapun kapasitas produksi motor listrik Charged di area seluas 16.000 meter persegi ini, diklaim mampu mencapai 230 ribu unit per tahun.

Selain menjadi tempat perakitan, Giga-Shed juga difungsikan sebagai gudang penyimpanan, pusat riset dan pengembangan, hingga pengujian kualitas motor listrik Charged yang berbasis dari produk Vmoto Soco.

Menariknya, Giga-Shed menggunakan energi surya yang ramah lingkungan untuk operasional dan proses produksi motor listrik Charged.

Hai Sobi, kamu udah punya kendaraan belum?

Kamu tim yang mana?

Kamu pingin nambah kendaraan baru apa?

Kalo beli kendaraan, utamain beli yang mana dulu?

Kamu lebih milih yang mana?

Kalo ada kesempatan buat ikut test drive/ test ride, mau cobain jenis apa?


Editor : Dida Argadea

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa