Sering Gonta-ganti Merek Oli Mesin? Ternyata Ini Dampaknya Menurut Pertamina Lubricants

Harun Rasyid - Minggu, 4 Desember 2022 | 21:13 WIB
Ilustrasi gonta-ganti merek oli mesin mobil
Rudy Hansend
Ilustrasi gonta-ganti merek oli mesin mobil

GridOto.com - Beberapa pemilik kendaraan mungkin pernah menggunakan oli mesin dari brand yang berbeda-beda setiap kali servis rutin di bengkel.

Alasan gonta-ganti merek oli yang berbeda ini, mungkin karena pemilik kendaraan penasaran dan ingin mencari oli yang paling cocok dari segi performa, durability, hingga harga yang ditawarkan.

Terlebih brand oli yang ada di pasaran juga sangat bervariasi, mulai dari oli resmi pabrikan hingga aftermarket dari produsen lokal maupun luar negeri.

Lalu, adakah dampak tertentu dari kebiasaan gonta-ganti merek oli bagi kondisi mesin kendaraan?

Nurudin, Manager Quality Assurance PT Pertamina Lubricants mengatakan, ada faktor yang harus diperhatikan ketika mengganti merek oli untuk mesin kendaraan.

Salah satunya yaitu, sisa oli lama dari merek yang beda disebut dapat mengganggu kinerja oli baru yang tercampur di dalam mesin.

"Yang kami khawatirkan adalah ketidak bersihan dari oli yang tertinggal sebelumnya di dalam mesin. Biasanya banyaknya ada sekitar 5 persen," ujar Nurudin kepada media di fasilitas produksi oli Pertamina di Jakarta Utara, belum lama ini.

Ilustrasi ganti oli mesin motor
PTPL
Ilustrasi ganti oli mesin motor


Hal tersebut lantaran produk oli dari setiap merek, memiliki kandungan senyawa atau zat aditif yang berbeda.

"Bercampurnya oli lama dan baru dengan brand yang berbeda bisa menyebabkan ketidak stabilan kinerja zat aditif dari masing-masing oli. Sehingga bisa menimbulkan ketidak nyamanan dalam pemakaian," ungkap Nurudin.

Baca Juga: Bolehkah Oli Mesin Mobil Dipakai untuk Motor? Pertamina Lubricants Beberkan Dampaknya

Oleh karena itu pengendara disarankan melakukan flushing atau menguras oli lama sampai bersih, sebelum memakai oli baru dari merek yang lain.

"Sebaiknya lakukan flushing dengan oli baru dari brand yang hendak dipakai atau istilahnya untuk dikorbankan dahulu. Takutnya sisa oli dari brand sebelumnya masih ada di dalam mesin, sehingga zat aditif yang berbeda dari masing-masing produk oli ini tidak tercampur," kata Nurudin.

"Jadi saat ganti oli beda merek, lebih baik flushing terlebih dahulu lalu diisi lagi dengan oli baru dari brand yang sama," sambungnya.

Selain menguras oli lama sampai bersih,
pemilik kendaraan juga perlu memperhatikan spesifikasi pelumas yang digunakan.

Spesifikasi oli ini meliputi SAE, API Service, dan JASO yang sesuai dengan anjuran pabrik.

Hai Sobi, kamu udah punya kendaraan belum?

Kamu tim yang mana?

Kamu pingin nambah kendaraan baru apa?

Kalo beli kendaraan, utamain beli yang mana dulu?

Kamu lebih milih yang mana?

Kalo ada kesempatan buat ikut test drive/ test ride, mau cobain jenis apa?


Editor : Dida Argadea

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa