Apa Benar, Biar Enggak Mangkal Sembarangan dan Bikin Macet, Ojol Butuh Ini?

M. Adam Samudra - Senin, 17 Februari 2020 | 08:10 WIB
Ilustrasi ojek online (Go-Jek).
Tribunnews.com
Ilustrasi ojek online (Go-Jek).

GridOto.com - Tuntutan jumlah pelanggan dan berlomba mendapatkan bonus dari melayani konsumen ojek online (ojol), telah memaksa pengemudi melanggar aturan lalu lintas.

Kerap kali para ojol berhenti atau mangkal di pinggir jalan sehingga bikin kemacetan.

Sudah bukan pemandangan langka lagi melihat beberapa driver ojek online berhenti di tempat-tempat terlarang.

Hal ini pun tentunya berdampak pada tersumbatnya arus lalu lintas.

(Baca Juga: Ojek Online Merajarela, Pengamat : Pemerintah Saja Tidak Tahu Jumlahnya)

Menanggapi hal ini, Pemerhati Masalah Transportasi, Budiyanto mengatakan bahwa ojek online hanya perlu mendapat kesetaraan dan payung hukum.

Ia menilai dengan adanya payung hukum pemasalahan terhadap ojol akan terselesaikan.

"Salah satu alternatif solusinya adalah memberikan legalitas atau payung hukum yang memadai," kata Budiyanto kepada GridOto.com, Minggu (16/2/2020).

"Dengan legalitas yang memadai, para pengemudi ojol dapat memperjuangkan hak-haknya dengan lancar untuk meningkatkan kesejahteraan," lanjut mantan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP (Purn) ini.

"Perlu duduk bersama antara regulator, aplikator dan komunitas ojol untuk merumuskan solusi," ujarnya.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : Fendi

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa