Meski Pemprov DKI Jakarta Bebaskan BBN-KB Kendaraan Listrik, Honda Belum Mau Jual PCX Electric

Wisnu Andebar - Sabtu, 25 Januari 2020 | 07:50 WIB
Honda PCX Electric yang resmi diperkenalkan di Indonesia
Muhammad Ermiel Zulfikar/GridOto.com
Honda PCX Electric yang resmi diperkenalkan di Indonesia

GridOto.com - Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) untuk kendaraan listrik dibebaskan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Kebijakan ini mulai berlaku sejak 15 Januari 2020 hingga 31 Desember 2024.

Insentif pajak daerah tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2020 tentang Insentif Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Atas Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) berbasis Baterai untuk transportasi jalan.

Meski pajak BBN-KB kendaraan listrik sudah ditiadakan, Honda belum berencana menjual PCX Electric.

(Baca Juga: Pajak Honda PCX Electric Tembus Rp 2 Juta Sob! Ternyata Harganya Setara Daihatsu Ayla)

"Kami sementara ini masih pakai skema sewa dulu untuk PCX Electric," kata Ahmad Muhibbuddin, General Manager Corporate Communication PT Astra Honda Motor (AHM) kepada GridOto.com, Jumat (24/1/2020).

Hingga saat ini, skutik gambot berteknologi listrik tersebut tidak dijual secara umum.

Melainkan dengan skema bisnis berupa penyewaan kepada perusahaan yang ada di Indonesia.

Ia beralasan, masih banyak tantangan yang harus diselesaikan sebelum memasarkan motor listrik.

(Baca Juga: Hore! Pemprov DKI Jakarta Bebaskan Pajak BBN-KB Kendaraan Bermotor Listrik Hingga Tahun 2024)

"Seperti sisi teknologi, masih perlu dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan berkendara masyarakat," terangnya.

Muhib melanjutkan, kebiasaan masyarakat di Indonesia adalah mengandalkan motor untuk kemampuan jarak tempuh yang jauh dengan kecepatan yang memadai.

Kemampuan tersebut, dijelaskannya masih dimiliki oleh kendaraan berbasis combustion engine, sehingga memerlukan waktu untuk penyesuaian ke kendaraan listrik.

Tantangan lainnya, menurut Muhib, adalah pasokan baterai dan manajemen pengelolaan limbahnya.

"Selain itu masalah sarana penunjang juga sangat penting, mulai ketersediaan charging station hingga hal lain terkait after sales services," ujar Muhib.

Editor : Dida Argadea

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa