Pabrikan Bahas Kesiapan Tren Teknologi Global di Southeast Asia Automotive Technology Summit 2019

Muhammad Rizqi Pradana - Rabu, 6 November 2019 | 19:55 WIB
Mobil listrik Nissan Leaf yang dipamerkan di Southeast Asia Automotive Technology Summit 2019.
Pradana/GridOto.com
Mobil listrik Nissan Leaf yang dipamerkan di Southeast Asia Automotive Technology Summit 2019.

GridOto.com - Otomatisasi, industry 4.0, serta kendaraan listrik dan swakemudi menjadi fokus pembicaraan di hari pertama (6/11) Southeast Asia Automotive Technology Summit (SAATS) 2019.

Pasalnya, keempat hal tersebut merupakan garis besar dari bahan para narasumber yang hadir  sebagai pembicara di acara yang berlangsung di DoubleTree, Hilton Hotel Jakarta tersebut.

Putu Juli Ardika, selaku Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan  Kementrian Perindustrian (Kemenperin) menjelaskan, langkah-langkah yang sudah dan akan ditempuh pemerintah untuk menyongsong tren teknologi otomotif.

Diantaranya mencakup otomatisasi dan industry 4.0 dari segi industri, serta konsep e-mobility, kendaraan listrik dan swakemudi dari segi tren teknologi global.

(Baca Juga: Apakah Indonesia Siap Menyongsong Masa Depan Industri Otomotif? Jawabannya Ada di Acara Ini!)

Pihak pabrikan seperti Mercedes-Benz dan Nissan juga angkat bicara, dan menitikberatkan pada teknologi kendaraan listrik.

Choi Duk Jun, Presiden Director Mercedes-Benz Indonesia mengatakan, bahwa line-up produk EQ atau Electric Intelligence diciptakan untuk mengantisipasi tren kendaraan listrik.

Hari pertama gelaran Southeast Asia Automotive Technology Summit (SAATS) 2019 telah usai digelar.
Pradana/GridOto.com
Hari pertama gelaran Southeast Asia Automotive Technology Summit (SAATS) 2019 telah usai digelar.

"Dalam EQ terbagi lagi ke beberapa tipe, seperti EQ Boost untuk produk hybrid seperti yang sudah kami pasarkan di Indonesia, EQ Power untuk PHEV, EQ Power+ untuk varian AMG, dan EQ untuk BEV," ujarnya.

Sentimen serupa juga diutarakan oleh Presiden Direktur Nissan Motors Indonesia, Isao Sekiguchi, yang kembali menitikberatkan bahwa Nissan siap untuk terjun sebagai early entrants di pasar BEV Indonesia dengan Nissan Leaf.

(Baca Juga: Dengan Nikel, Indonesia Ingin Menjadi Raksasa Industri Kendaraan Listrik, Ini Detilnya)

"Konsumen Indonesia masih takut akan dua hal mengenai BEV, yaitu jarak tempuh dan ketika dikemudikan melalui banjir," terang Isao-san.

"Padahal dengan jarak tempuh 400 kilometer lebih, Leaf sudah pantas untuk dipakai daily, pengetesan untuk menerjang banjir juga sudah dilewati tanpa masalah," sambungnya.

Acara yang diselenggarakan oleh Escom Events ini diharapkan dapat memperluas perspektif dan memperdalam informasi yang dimiliki oleh pemerintahan, OEM (Produsen Mobil), Tier Supplier, Solution Providers, Pengamat Otomotif, Dealer, Distributor, dan lainnya.

Sesi selanjutnya pada esok hari (7/11) juga akan menyuguhkan materi yang sama menariknya dari narasumber-narasumber lainnya yang datang dari berbagai bidang.

Tidak hanya itu, akan diadakan juga diskusi panel dan test drive Mercedes V-Class Van serta masih dipamerkan juga mobil listrik andalan Nissan, yaitu Nissan Leaf.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa