Mobil Mesin Turbo Pakai BBM Oktan Rendah? Siap-Siap Ini Dampaknya

Radityo Herdianto - Rabu, 23 Oktober 2019 | 10:19 WIB
Pompa pengisian BBM Premium di SPBU Pertamina.
Pradana/GridOto.com
Pompa pengisian BBM Premium di SPBU Pertamina.

GridOto.com - Kebutuhan BBM oktan rendah seperti Premium dengan RON 88 masih cukup tinggi di Indonesia.

Sedangkan penggunaan BBM oktan rendah sudah tidak relevan sekarang ini karena mobil produksi sekarang memiliki kompresi yang cukup tinggi.

Tidak terkecuali mobil dengan mesin turbo yang bila dipaksakan diisi BBM oktan rendah akan memberikan dampak buruk.

"Yang pasti mesin mobil akan mengalami gejala detonasi atau knocking yang mempercepat kerusakan komponen internal mesin," ungkap Hans Steven, pemilik bengkel Speed'Z Performance kepada GridOto.com.

Gejala knocking bisa terjadi karena bahan bakar terbakar lebih awal karena tidak kuat menahan tekanan saat proses kompresi mesin.

Mesin Toyota Supra 3.000 cc 6 Silinder Segaris dengan Turbo
Radityo Herdianto
Mesin Toyota Supra 3.000 cc 6 Silinder Segaris dengan Turbo

(Baca Juga: Pakai Premium di Mobil dengan Anjuran BBM Oktan 92, Ini Dampaknya!)

BBM oktan rendah memiliki ketahanan yang lebih rendah daripada BBM oktan tinggi terhadap tekanan yang dihasilkan dari kompresi mesin.

"Nah mesin turbo itu kan kompresi mesin tinggi karena adanya pemampatan udara tambahan dari komponen turbo," jelas Hans.

Kompresi yang tinggi memerlukan bahan bakar yang lebih tahan terhadap tekanan sehingga bisa terbakar tepat waktu.

Bila dipaksakan, komponen internal mesin seperti connecting rod dan piston bisa jebol karena bahan bakar meledak lebih awal dan mendorong piston lebih cepat dari seharusnya.

"Bahkan komponen turbo bisa rusak juga karena pemampatan udara ke ruang mesin tidak optimal akibat dari tidak tepatnya gerak piston," ujar Hans.

Editor : Dwi Wahyu R.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X