China Cabut Insentif Mobil Listrik dan Hybrid per 2027, Ini Alasannya

Ferdian - Rabu, 8 Juli 2026 | 20:30 WIB

Ilustrasi mobil China

GridOto.com - Pemerintah China akan mengakhiri berbagai insentif pajak tahunan untuk kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) dan mobil hemat energi secara bertahap mulai 1 Januari 2027.

Langkah ini memperpanjang tren pengurangan insentif secara bertahap oleh pemerintah, setelah sebelumnya sukses membangun pasar kendaraan listrik (EV) terbesar di dunia.

Kementerian Keuangan, Administrasi Perpajakan Negara, serta Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka akan menghentikan diskon pajak setengah harga (half-rate) untuk mobil berbahan bakar hemat energi.

Selain itu, pemerintah juga akan menghapus pembebasan pajak bagi kendaraan komersial bertenaga baterai murni, mobil hybrid (baik tipe plug-in maupun range-extender), serta kendaraan komersial berbahan bakar hidrogen (fuel-cell).

Beberapa kementerian tersebut menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk "mendorong keadilan pajak dan memperkuat peran perpajakan dalam mengatur distribusi pendapatan".

Mereka mencatat bahwa rata-rata harga jual mobil penumpang tipe plug-in dan range-extender hybrid pada tahun 2025 sudah mencapai 218.000 yuan (sekitar Rp513 juta), bahkan beberapa model ada yang harganya menembus lebih dari 1 juta yuan (sekitar Rp2,3 miliar).

Pajak kendaraan tahunan di China biasanya berkisar hanya beberapa ratus yuan saja untuk sebagian besar mobil penumpang.

Melansir SouthChinaMorningPost, Pemerintah China sendiri sudah memberikan potongan hingga pembebasan pajak penuh untuk kendaraan hemat energi dan NEV yang memenuhi syarat sejak tahun 2012.

Baca Juga: Mobil Listrik Bekas Cuma Butuh Seminggu Buat Laku, Ternyata Ini Rahasianya

Cui Dongshu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA), menilai bahwa pemilik mobil plug-in hybrid nantinya hanya perlu membayar sekitar 300 hingga 400 yuan (sekitar Rp 700 ribu - Rp 900 ribu) lebih banyak per tahun.

YANG LAINNYA